Ulama Nusantara yang Wafat Pada Bulan Ramadan


Ramadan adalah bulan penuh keberkahan. Karenanya, banyak Muslim yang bersuka cita atas kedatangan bulan ini. Intensitas ibadah bertambah. Kajian dan pengajian keislaman berkembang. Para ahlul ilmi menjadi lokomotif penggerak. Tetapi, disela-sela kegemberiaan itu, terselip rasa pilu karena kepergian ulama-ulama terkemuka Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja) di Indonesia. Kepergian mereka merupakan tanda kemunduran ilmu. Berikut adalah catatan KH Bagus Ahmadi, Tulungagung, Jawa Timur tentang beberapa ulama Nusantara yang wafat pada bulan suci ini. Berikut catatan beliau.

Rasulullah SAW bersabda :

من مات يوم الجمعة وقي عذاب القبر

"Barangsiapa yang meninggal pada hari Jumat, niscaya terpelihara dari azab kubur.”  (H.R. Abu Ya’la) [Majma’al-Zawaid, Darul Fikri, Beirut, Juz. III, Hal. 58]

1. Mbah Kyai Sholeh Darat (Guru Hadlratus Syaikh M. Hasyim Asy'ari dan RA Kartini) wafat di Semarang hari Jum’at, 29 Ramadlan 1321 H/ 18 Desember 1903 M.

2. Jum’at Legi tanggal 29 Ramadhan 1343 H., bertepatan dengan tanggal 24 April 1925 M, Syaikhona M. Kholil al-Bangkalani, guru para muassis NU wafat dan dimakamkan di Mertajasah Bangkalan.

3. KH. Ma'shum Ahmad Lasem, salah seorang muassis NU dan ayah dari KH. Ali Ma'shum wafat pada hari Jum'at, 12 Ramadlan 1392 H. / 28 Oktober 1972 M. 

4. Hadratus Syaikh M. Hasyim Asy'ari wafat tanggal 7 Ramadlan 1366 H/ 25 Juli 1947 M.

5. KH. Abdul Karim Muassis PP. Lirboyo wafat pada hari Senin, 21 Ramadlan 1374 H.

6. Mbah KH. Dalhar Watucongol Magelang wafat pada hari Rabu, 29 Ramadhan 1378 H.

7. KH. Mahrus Ali Lirboyo wafat pada hari Ahad tanggal 6 Ramadlan 1410 H/ 20 Mei 1985 M.

Para Ulama tersebut di panggil oleh Sang kekasih pada bulan pilihan, bulan yang sangat di berkahi, yakni bulan Ramadhan.

Al-Hafidz Ibnu Rajab menjelaskan :

وقد يرفع عذاب القبر في بعض الأشهر الشريفة فقد روي بإسناد ضعيف عن أنس بن مالك أن عذاب القبر يرفع عن الموتى في شهر رمضان

"Adzab kubur bisa saja dihentikan pada bulan-bulan mulia. Diriwayatkan dengan sanad lemah dari Anas bin Malik bahwa adzab kubur untuk orang yang telah meninggal dihentikan pada bulan Ramadhan.” (Ahwal al-Qubur, hlm. 105)

Wafatnya Ulama' merupakan tanda datangnya hari kiamat.

من أشراط الساعة أن يُرْفَعَ العلم، ويَثْبُتَ الجهلُ

Termasuk tanda-tanda hari kiamat adalah diangkatnya ilmu dan tetapnya kebodohan (Shahih Al-Bukhariy, Kitab al-‘Ilmi Bab Raf’ al-‘Ilm wa Qabdlih wa Dhuhur al-Jahl)

Sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu mengingatkan dan menasehatkan :

عليكم بالعلم قبل أن يرفع، ورفعه هلاك العلماء رواه الدارمي

“Wajib atas kalian untuk menuntut ilmu, sebelum ilmu tersebut dilenyapkan. Lenyapnya ilmu adalah dengan wafatnya para Ulama (Ihya' Ulum al-Din bab Keutamaan Ilmu).

______

Robbi Fanfa'na Bibarkatihim Wahdinal Husna Bihurmatihim..

Wa amitna fi thariqatihim

Wa mu'afatin minal fitani...

Lahum al-Fatihah...