Tiga Karya Penting Imam Al-Ghazali yang Wajib Kamu Baca!

Selasa, 26 Februari 2019 tokoh 141 klik
Ida Mahmudah Teks:Ida Mahmudah
Faza Grafis:Faza

Imam Al-Ghazali meninggalkan karya-karya tulis yang meliputi berbagai bidang ilmu keislaman. Sebenarnya banyak sekali karya tulis beliau, ada sekitar 80 judul baik dalam bentuk kitab besar maupun kecil. Namun ada tiga judul karangan terpenting dalam ranah keilmuan teologi, filsafat dan tasawwuf yang wajib menjadi bacaan kamu;

1. Al-Munqidz min al-Dhalal

Al-Munqidz min al-dhalal artinya “penyelamat dari kesesatan”. Buku ini melukiskan perkembangan kehidupan intelektual Al-Ghazali. Dalam buku ini, mengisahkan perkembangan kehidupan intelektualnya yang berawal dari fase kajian yang kompherensif, lalu  fase keraguan dan terakhir fase keyakinan terhadap kebenaran yang berhasil dicapainya.

Dalam buku ini, beliau menjelaskan sikapnya terhadap ilmu kalam, aliran Ta’limiyah (syi’ah imamiyah), ilmu filsafat dan para filsuf serta terakhir sikapnya terhadap ilmu tasawuf. Disitu juga menjelaskan cara yang benar untuk menghidupkan kembali kesadaran beragama pada saat sebagian manusia mengalami kelemahan dalam perasaan beragama.

2. Tahafut al-Falasifah

Tahafut al-falasufah artinya “runtuhnya para filosof”. Tujuan penulisan buku ini ialah belliau hendak memberi perumpamaan kepada kita bahwa akal manusia sedang mencari hakikat kebenaran dan hendak mencapainya, sebagaimana nyamuk yang mencari cahaya siang hari. Ketika ia melihat sorotan sinar yang menyerupai hakikat kebenaran, ia tertipu dengannya, sehingga melemparkan dirinya kepadanya dan runtuhlah ia di dalamnya. Tetapi ia telah keliru, karena tertipu dengan analogi rasional yang keliru sehingga ia celaka sebagaimana nyamuk mengalami kecelakaan.

Dalam buku ini, beliau seolah-olah hendak berkata bahwa para filsuf telah tertipu dengan sekian banyak hal yang segera mereka terima tanpa berpikir terlebih dahulu, sehingga mereka berjatuhan dan celaka.

Beliau tidaklah bemaksud untuk menyerang pandangan-pandangan mereka. Karena beliau juga mengakui bahwa sebagian dari pandangan-pandangan itu ada yang benar dan sesuai dengan ajaran agama. Beliau hanya bermaksud menjelaskan rapuhnya mtodologi rasional yang menjadi landasan pandangan-pandangan mereka.

3. Ihya’ ‘Ulumiddin

Ihya’ ‘ulum al-din artinya “menghidupkan ilmu-ilmu agama”. Kitab ini merupakan karya beliau yang terpenting. Beliau menulis buku ini pada masa permulaan uzlah yang di jalaninya. Dan hal yang menjadi motivasi beliau, juga target yang menjadi tujuan penulisannya serta menjadi ruh pembahasan dalam kitab ini terangkum dalam satu kata, yakni ‘ikhlas’. Beliau mengulang-ngulang kalimatnya ini sampai ajal menjemputnya.

Imam Al-ghazali mendapati setan elah menguasai mayoritas manusia. Sementara agama dalam pandangan para ulamanya hanyalah fatwa resmi pemerintahan, perdebatan untuk mencari muka dan mengalahkan lawan, atau retorika memukau yang dijadikan sarana oleh penceramah untuk menarik perhatian kalangan awam. Dari sini, ditulisnya kiab ihya’ ‘ulum al-din. Kitab yabf sagat berpengaruh terhadap dunia Islam, sehingga sedikit ulama yang memberi syarh (komentar) terhadap intisari kitab ini.

Itulah tiga karya Imam al-Ghazali yang mungkin wajib kamu baca untuk lebih mengenal sosok sang Imam. Bagaimana dengan karya beliau yang lain? Tentu saja, seluruh karyanya juga penting dan wajib dibaca. (Ida Mahmudah)