Imam Muslim: Sang Teoritikus Ilmu Hadis

Kamis, 31 Januari 2019 tokoh 145 klik

Selain Sahih al-Bukhari, dalam kajian hadis kita juga mengenal Sahih Muslim. Dua kitab ini oleh para ulama dinamakan al-Sahihain; dua kitab sahih. Ketika ada sebuah hadis yang dinyatakan sahih oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, hadis tersebut dinamakan riwayat muttafaq ‘alaihi. Lalu siapakah Imam Muslim itu?

Nama lengkap beliau adalah Abu al-Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al Qusyairi an Naisaburi. Imam Muslim dilahirkan di daerah Naisabur pada tahun 202 H atau 817 M. Naisabur saat ini termasuk wilayah Rusia. Dalam peta sejarah Islam, Naisabur masyhur dengan sebutan daerah “maa wara’a al-nahr”, yakni daerah-daerah yang terletak di belakang Sungai Jihun di Uzbekistan, Asia Tengah.

Kecenderungan Imam Muslim untuk belajar hadis sudah tampak sejak kecil. Di usia 10 tahun, Imam Muslim sering datang berguru pada Imam Al-Dakhili, seorang ahli hadis di kotanya. Pada usia 12 tahun Imam Muslim memulai perantaunnya beberapa wilayah untuk belajar hadis dan mengejar riwayat. Imam Muslim tercatat pernah rihlah ke Irak, Hijaz, Syam, Mesir dan negara lainnya.

Dalam Tahdzibut Tahdzib disebutkan bahwa ada 10 guru yang paling berpengaruh pada Imam Muslim sekaligus guru yang paling banyak mengajarkan serta meriwayatkan hadis kepada Imam Muslim. Beliau adalah: 1) Abu Bakar bin Abi Syaibah. Imam Muslim belajar 1540 hadis kepadanya; 2) Abu Khaitsamah Zuhair bin Harab. Kepadanya Imam Muslim belajar 1281 hadis; 3) Muhammad Ibn al-Mutsanna. Kepadanya beliau belajar 772 hadis; 4) Qutaibah bin Sa’id. Kepadanya beliau belajar 668 hadis; 5) Muhammad bin Abdillah bin Numair. Kepadanya beliau belajar 573 hadis; 6) Abu Kuraib Muhammad. Kepadanya beliau belajar 556 hadis; 7) Muhammad bin Basyar. Kepadanya beliau belajar 460 hadis; 8) Muhammad bin Rafi’ Al-Naisaburi. Kepadanya beliau belajar 362 hadis; 9) Muhammad bin Hatim. Kepadanya beliau belajar 300 hadis; dan 10) ‘Ali bin Hajar Al-Sa’di. Kepadanya beliau belajar 188 hadis.

Selain 10 guru di atas, masih banyak guru-guru Imam Muslim lainnya yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Salah satu di antara sekian banyak guru Imam Muslim adalah Imam Bukhari yang waktu itu sudah terkenal sebagai muhaddis yang menjadi rujukan para ulama. Meskipun begitu, 9 dari 10 guru yang disebutkan di atas, mereka-mereka juga merupakan guru Imam Bukhari. Jadi dari hitungan tahun, Imam Muslim tidak begitu jauh dengan Imam Bukhari.

Dari tangan Imam Muslim, lahir banyak karya dalam bidang hadis. Yaitu: Kitab Al-Musnad, Al-Kabir ‘Ala Asma Al-Rijal, Kitab Jami’ Al-Kabir ‘Ala Al-Abwab, Kitab Al-‘Ilal, Kitab Auhamul Muhadditsin, Kitab Al-Tamyiz Kitab Man Laisa Lahu Illa Rawin Wahidin, Kitab Thabaqat Al-Tabi’in Kitab Al Muhadramain, Kitab Al-Asma Wal Kuna, Kitab Al-Afrad, Kitab Al-Aqran, Kitab Sualaat Ahmad bin Hambal, Kitab Hadis ‘Amr bin Syu’aib, Kitab Al-Intifa’ bi Uhubis Siba’, Kitab Masyaikh Malik, Kitab Masyaikh Al-Tsauri, Kitab Masyaikh Syu’bah, Kitab Aulad Al-Shahabah dan Kitab Afrad Al-Syamiyyin.Dari sekian banyak karyanya, tentu Sahih Muslim adalah karya yang paling fenomenal dan monumental. Di dalamnya ada sekitar 7.275 hadis dengan pengulangan. Jumlah ini merupakan hasil seleksi dari sekitar 300.000 ribu hadis yang berhasil dikumpulkan dan dihafal oleh Imam Muslim dari perjalannya ke berbagai kota serta bertemu dengan banyak guru. Jika tidak ada pengulangan, Sahih Muslim diperkirakan memuat sebanyak 4000 hadis.

Diceritakan oleh Ibnu Shalah dalam kitab Shiyanatu Muslim bahwa wafatnya Imam Muslim disebabkan hal yang tidak biasa, yaitu disebabkan oleh kelelahan pikiran dalam menelaah hadis. Beliau wafat di hari Ahad dan dimakamkan pada hari Senin, tanggal 5 Rajab 261 H.