Yang Paling Susah Dikendalikan dari Manusia adalah Hatinya


Hati dalam bahasa Arab dinamakan al-Qalb. Qalb aslinya bermakna terbolak balik. Ya, hati dinamakan demikian karena ia seringkali berubah dan berbolak-balik. Terkadang ia mendorong pemiliknya untuk melakukan perbuatan baik, dan terkadang ia juga mendorong pemiliknya untuk melakukan perbuatan buruk. Sifat inilah yang seringkali membuat hati sulit ditebak dan menjadi ruang paling misterius dalam diri manusia.

Yang dimaksud hati atau qalb dalam organ tubuh manusia adalah jantung. Karena jantung adalah pusat kehidupan. Seperti dalam sebuah hadis misalnya;

ألا وإن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله. وإذا فسدت فسد الجسد كله ألا وهي القلب.

“Sesungguhnya dalam jasad manusia ada segumpal daging; yang jika baik, maka seluruh badan akan baik. Namun jika rusak, maka seluruh jasad akan rusak. Yaitu hati.”

Namun, secara ruhi dan tak kasat mata, manusia juga memiliki hati non-organ yang memproduksi perasaan-perasaan seperti bahagia, takut, cemas, dan perasaan lainnya. Di sinilah keimanan seseorang tertanam. Menyesuaikan dengan sifat hati yang mudah terbolak-balik, maka keberadaan iman seseorang juga kadang bertambah (yazidu) dan berkurang (yanqush).

Ada banyak cara untuk menstabilkan hati agar istiqomah berada di dalam kebaikan; pertama adalah membiasakan diri untuk konsisten terus-menerus melakukan kebaikan dan amal shalih. Kontinuitas semacam ini, selain mampu membiasakan hati untuk condong pada hal-hal yang baik, juga bisa mengantisipasi hati berbalik arah kepada hal-hal yang tidak baik.

Kedua, ada banyak doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk menstabilkan hati. Beberapa di antaranya misalnya:

يَا مُقَلِّبَ القُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِيْكَ وَطَاعَتِكَ

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah posisi hatiku atas agamaMu dan mentaati-Mu.”

يَا مُحَوِّلَ الْحَوْلِ وَالأَحْوَالِ حَوِّلْ حَالِيْ إِلَى أَحْسَنِ حَالٍ

“Wahai Dzat yang mengubah keadaan, ubahlah keadaanku menjadi sebaik-baiknya keadaan.”

Itulah kenyataan tentang hati yang harus kita ketahui berikut bagaimana cara menundukkannya agar senantiasa berada di posisi yang membawa kebaikan bagi pemiliknya.