Trik Mendapat Ilmu Ladunni dari Imam al-Ghazali

Jumat, 21 Desember 2018 nasihat 376 klik
Hilmy Firdausy Teks:Hilmy Firdausy
Faza Grafis:Faza

Mungkin ada beberapa di antara kita yang mengenal istilah ilmu ladunni. Ilmu ladunni adalah sejenis ilmu yang diperoleh seseorang tanpa harus belajar terlebih dahulu. Ilmu ladunni adalah semacam proses ketika Allah SWT sebagai pemilik segala ilmu langsung memberikan dan menancapkan pengetahuan ke dalam hati dan pikiran seorang manusia.

Biasanya, kalau kita ingin mempelajari dan mengetahui sesuatu, kita harus belajar dulu, baca buku dulu, mendengar paparan seorang guru terlebih dahulu dan proses lainnya. Ilmu ladunni mengandaskan proses-proses tersebut karena ilmu yang datang langsung pemberian dari Allah SWT. lalu pertanyaannya, apakah kita bisa mendapatkan ilmu ladunni? Bisa…

Imam al-Ghazali memberikan empat tips dan trik yang memungkinkan kita untuk mendapatkan ilmu ladunni. Yaitu:

1. Mengasingkan diri (al-uzlah)

Mengasingkan diri atau sering bertafakkur dalam keheningan adalah riyadhah (latihan) yang harus dilakukan seseorang yang ingin mendapatkan ilmu ladunni. Uzlah dan memiliki waktu untuk merenungi segala hal termasuk diri kita sendiri akan membuka satu kesadaran terkait siapa kita, di mana dan untuk apa kita hidup. Dampaknya, uzlah akan mempermatang mentalitas dan memperkuat unsur spiritualitas dalam diri manusia.

2.. Berdiam diri (as-samt)

“Mulutmu harimaumu!” adalah kalimat seringkali kita dengar. Himbauan itu menunjukkan bahwa mulut adalah sumber kesalahan dan dosa manusia. Ghibah, menyombongkan diri, melecehkan orang lain dan praktek perkataan keji lainnya keluar dengan mudah dari orang yang tak mampu menjaga mulutnya. Ilmu ladunni tidak akan jatuh ke dalam hati manusia yang penuh kotoran dan dosa, yang mayoritas disebabkan oleh ketidakmampuannya menjaga lisan.

3. Lapar (al-ju’)

Orang yang terlalu dan sering makan pasti sering tidur. Makan dan perut yang penuh menjadi sebab utama mengapa kita selalu ngantuk. Bisa dibayangkan, jika waktu kita didominasi oleh tidur dan santai, kapan kita memiliki waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT Dzat Sang Pemilik ilmu pengetahuan? Maka lapar menjadi riyadhah utama yang harus dilakukan bagi kalian yang ingin mendapatkan ilmu ladunni.

4. Terjaga atau tidak tidur di malam hari (sahirul layali)

Selain merawat lapar, seseorang yang ingin mendapat ilmu ladunni juga harus memakmurkan waktu malam. Shalat tahajjud, berdzikir dan membaca al-Qur’an hingga waktu fajar adalah praktek yang ditradisikan oleh para ulama. Ketika seluruh manusia terlelap dalam tidurnya, seseorang yang bangun dan mendekatkan diri kepada Allah SWT akan dikucuri beragam keutamaan yang tidak semua orang dapatkan. Ilmu ladunni adalah salah satunya.

Inti dari keempat tips tersebut adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai lumbung ilmu pengetahuan. Kalau kita ingin mendapatkan kucuran ilmu langsung dari Allah SWT, maka wadahnya harus bersih terlebih dahulu. Wadah tersebut adalah diri kita; yang harus kita bersihkan dari hal-hal tercela dan menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji. Dengan begitu, sinar ilmu Allah SWT akan lancar dan jatuh ke dalam diri kita tanpa halangan.