Tiga Hal yang Membuat Shalat Diterima Allah SWT


Tidak semua shalat diterima oleh Allah SWT. Pertama-tama, kita terlebih dahulu harus memperhatikan hal-hal fiqhi yang telah diatur oleh para ulama terkait sah dan tidak sahnya shalat. Baik dari syarat-syarat wajib, syarah sah, rukun hingga hal-hal yang bisa membatalkan shalat. Shalat yang tidak sah secara aturan, tentu saja sulit diterima oleh Allah SWT.

Ketika shalat yang kita lakukan sudah sesuai dengan syarat-syarat dan rukun shalat, apakah shalat kita pasti diterima? Belum tentu. Masih ada unsur-unsur lainnya yang lebih personal yang menjadi penentu. Meskipun seluruh syarat dan rukun sudah kita tunaikan, tapi hati kita masih mengharap pujian manusia, maka shalat kita pun sejatinya telah tertolak karena unsur keikhlasan di dalamnya. Hati, selain fisik, juga menentukan diterima dan ditolaknya shalat beserta seluruh ibadah yang kita lakukan.

Di dalam Ihya’ Ulumiddin, Imam al-Ghazali menyampaikan tiga hal yang sangat menentukan diterimanya shalat seorang hamba oleh Allah SWT. Tiga hal ini didasarkan pada sebuah hadis qudsi yang masyhur disampaikan oleh para ulama salafus salih. Apa saja tiga hal itu?

1. Merendah di Hadapan Keagungan Allah SWT

Seorang hamba yang meninggikan dirinya di hadapan Allah SWT tentu saja tertolak segala ibadah dan amal salihnya. Jangankan kepada Allah SWT, ketika kita hendak memohon pertolongan dan bantuan kepada orang lain, merendah merupakan syarat mutlak agar permintaan kita dikabulkan.

2. Tidak Menyombongkan Diri atas Hamba-hamba Allah SWT

Allah SWT adalah Dzat satu-satunya yang pantas memakai jubah kesombongan; Dia lah Maha segalanya, yang mengatur segalanya dan menentukan segalanya. Maka tidak layak bagi manusia untuk sombong, takabbur dan membusungkan dadanya di hadapan manusia lainnya. Kesombongan menjadi hijab yang menjadikan shalatnya selalu tertolak di hadapan Allah SWT.

3. Memberi Makan Fakir karena Mengharap Ridha Allah SWT

Membantu dan menyantuni kaum fakir miskin juga menentukan diterimanya shalat kita oleh Allah SWT. Sebaliknya, ketidakpedulian kita pada sesama akan menjadi penghalang bagi sampainya shalat kita di hadapan Allah SWT. Dalam Islam, ibadah dan ritual keagamaan yang menghubungkan manusia dengan Allah SWT tidak pernah terlepas dari ritual sosial yang menghubungkan manusia dengan manusia lainnya.

Inilah tiga hal yang menurut Imam al-Ghazali menjadi faktor penting bagi diterima atau ditolaknya shalat seorang hamba. Tentu saja, menerima dan menolak shalatnya hamba adalah hak serta urusan Allah SWT. Yang kita cari sejatinya hanyalah ridha dari Allah SWT. Shalat dan ibadah lainnya yang kita lakukan hanyalah jalan untuk mendapatkan kerelaan Allah SWT pada diri kita. Semoga shalat, amal ibadah dan seluruh kebaikan yang kita lakukan diterima dan menjadi jalan untuk mencapai ridho Allah SWT.