Perbuatan yang Dapat Mendatangkan Ampunan bagi Dosa di Masa Lalu

Kamis, 21 November 2019 nasihat 174 klik
Ida Mahmudah Teks:Ida Mahmudah
Faza Grafis:Faza

Ampunan dari Allah SWT merupakan sesuatu yang sangat agung dan harus menjadi harapan bagi setiap insan yang beriman, karena pada hakikatnya tidak ada manusia yang tidak memiliki kesalahan. (“Kitab Istigfar”, Kaserun As Rahman hal.1).

Berikut adalah beberapa perbuatan yang dapat mendatangkan ampunan bagi dosa yang telah lalu, dinyatakan oleh Al-Qur’an dan Al-Hadits :

1. Berjalan dari Rumah Menuju Masjid dalam Keadaan Memiliki Wudhu

Rasulullah Saw bersabda :

اذا توضأ احدكم فاحسن الوضوء ثم خرج الى الصلاة, لا ينزعه الا الصلاة, لم تزل رجله اليسرى تمحو عنه سيئة, وتكتب له اليمنى حسنة حتى تدخل المسجد (رواه الطبراني والحاكم والبيهقي)

“Jika salah seorang dari kamu berwudhu, lalu memperbaiki wudhunya kemudian pergi untuk shalat dan tidak ada yang menariknya selain shalat, maka kaki kirinya terus menghapus satu keburukan dan kaki kanannya mencatat kebaikan untuknya hingga masuk masjid.” (HR. Thabrani, Al-Hakim dan Al-Baihaqi).

2. Berkumpul untuk Melaksanakan Dzikrullah

عن سهل بن الحنظلية قال : قال رسول الله صل الله عليه وسلم : ماجتمع قوم على ذكر فتفرقوا عنه الا قيل لهم : قوموا مغفورا لكم. (رواه الطبرانى)

Dari Sahl bin Hadzaliyah, ia berkata, Rasulullah saw bersabda : “Tidaklah suatu kaum berkumpul untuk berdzikir kemudian bubar, kecuali dikatakan kepada mereka, ‘Bangkitlah kamu dalam keadaan terampuni’” (HR. Thabrani).

3. Haji Mabrur

Haji mabrur adalah haji yang tidak bercampur dengan sedikitpun dosa. Selain menghapus dosa, haji mabrur mewajibkan pelakunya untuk masuk surga. (“kitab istigfar”, Kaserun As Rahman hal. 66)

عن ابي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صل الله عليه وسلم : من حج لله فلم يرفث ولم يفسق رجع كيوم ولدته امه (رواه احمد والبخاري والنسائ وابن ماجد)

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa menunaikan haji lalu tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, maka ia akan pulang seperti saat dilahirkan oleh ibunya” (HR. Ahmad, Bukhari, An-Nasa’i dan Ibnu Majah).

4. Berhijrah Menuju Allah

Allah SWT Berfirman :

ومن يهاجر فى سبيل الله يجد فى الارض مراغما كثيرا وسعة ومن يخرج من بيته مهاجرا الى الله ورسوله ثم يدركه الموت فقد وقع اجره على الله وكان الله غفورا رحيما

“Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha pengampun lagi maha penyayang” (QS. An-Nisa : 100)

5. Membaca Tasbih

Ibnu Hajar mengatakan bahwa keutamaan bacaan tasbih ini adalah bagi orang yang taat beragama dan bersih dari dosa-dosa besar, bukan bagi orang yang tenggelam dalam syahwat dan merusak agama Allah. Allah SWT berfirman :

ام حسب الذين اجترحوا السيئات ان نجعلهم كاالذين ءامنو وعملو الصلحات سواء محياهم ومماتهم سآء مايحكمون

“Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu” (Al-Jatsiyah : 45)