Hancurnya Empat Mutiara dalam Diri Manusia.

Selasa, 29 Januari 2019 nasihat 1392 klik
Hilmy Firdausy Teks:Hilmy Firdausy
Faza Grafis:Faza

Di dalam Kitab “al-Isti’dad li Yaum al-Ma’ad”, Imam Ibn Hajar al-Atsqalani menyebutkan ada empat mutiara yang ada di dalam diri manusia, yang akan hilang dan hancur karena empat hal lainnya. Akal, agama, malu dan amal shalih adalah empat permata yang menjadi penghias bagi individu seorang manusia. Sebagaimana layaknya permata, ia memiliki keistimewaan dan menjadi daya tarik tersendiri. Manusia-manusia yang memiliki mutiara di dalam hatinya adalah manusia dengan mahal harganya.

Namun keempat permata tersebut bisa dengan mudah hancur karena empat hal lainnya;

  1. Marah akan menghancurkan Akal
  2. Hasud akan menghancurkan Agama
  3. Tamak akan menghancurkan Rasa Malu
  4. Ghibah akan menghancurkan Amal Shalih

Keempat hal yang mampu menghancurkan empat permata tersebut adalah sifat-sifat tercela yang juga bisa muncul dengan mudah dari dalam diri seorang manusia. Marah, iri dan dengki, tamak dan rakus serta kebiasaan menggunjing dan membicarakan orang lain adalah karakter utama seorang manusia yang seringkali mengalahkan sifat-sifat terpuji lainnya.

Ketika marah seseorang akan lupa ingatan. Emosi menguasai dirinya. Dalam berita kita banyak temukan kasus-kasus pembunuhan yang awalnya muncul dari amarah yang tak terkendali. Seseorang yang dikuasai amarah tidak akan pernah berpikir dengan jernih. Maka tak heran Nabi Muhammad SAW dalam sebuah riwayat menyebutkan bahwa orang yang kuat itu sejatinya ialah mereka yang mampu menahan dirinya dari kuasa amarah.

Iri dan dengki akan menghilangkan agama seseorang. Maksudnya, ia akan menghancurkan sifat-sifat baik yang muncul dari keyakinannya terhadap Tuhan. Iri dam hasud akan menjadikan seseorang membenci orang lain. Iri akan menjadikanya lupa bahwa tugas seorang Muslim adalah “menyelamatkan muslim lainnya dari mulut dan tangannya”.

Malu adalah tanda bagi keimanan seseorang. Tamak dan rakus akan menghilangkan itu dengan sekejap. Orang yang tamak dan rakus sejatinya adalah orang yang tidak punya rasa malu. Tidak ada penahan di dalam dirinya untuk tidak melakukan hal-hal yang akan membuat harga dirinya jatuh di hadapan orang lain.

Terakhir, ghibah dan kebiasaan menggunjing orang lain akan memupus dan meluruhkan seluruh amal shalih yang pernah kita buat. Sebaliknya, dosa akan bertubi-tubi dating. Dan pahala akan menyerbu orang yang kita jadikan obyek gunjingan.

Itulah empat permata, yang menurut Imam Ibn Hajar akan hilang dan hancur karena empat hal lainnya. Jadi tetap waspada dan selalu berusaha untuk senantiasa memperbaiki diri.