Dua Tanda Manusia yang Harus Kamu Jadikan Sahabat

Kamis, 31 Januari 2019 nasihat 772 klik
Hilmy Firdausy Teks:Hilmy Firdausy

Di jaman yang semakin modern dan maju tampaknya semakin sulit menemukan orang yang masih berpijak dan memegang teguh nilai-nilai etika sebagimana yang dilakukan oleh orang-orang dulu. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan terkadang harus dibayar mahal dengan menumbalkan norma dan tata nilai etis yang tidak tertulis di masyarakat. Akibatnya, sangat sulit menemukan sahabat dan kawan yang mampu menunjukkan dan mengawani kita menempuh jalan Tuhan.

Dalam kitabnya al-Hikam, Syeikh Ibn Atha’illah sudah mewanti-wanti agar kita benar-benar seksama dalam memilih kawan. Menurut Syeikh Ibn Atha’illah, ada dua tanda yang bisa kita gunakan untuk memantapkan pilihan hendak bersahabat dengan orang lain. Beliau berkata:

لَا تَصْحَبْ مَنْ لَا يُنْهِضُكِ حَالُهُ وَلَا يَدُلُّكَ عَلَى اللهِ مَقَالُهُ

“Janganlah kamu berkawan dengan orang yang tindak-tanduknya tidak mampu membangkitkan kamu [untuk dekat dengan Allah SWT] dan ucapannya tidak mampu menunjukkan kamu kepada Allah SWT.”

Kalam Syeikh Ibn Atha’illah ini bisa kita jadikan pegangan. Setidaknya ada dua tanda orang yang harus kita jadikan sahabat dan teman;

Pertama, orang yang tidak-tanduknya, gerak-geriknya dan segala kondisinya mampu memotivasi kita untuk lebih dekat dengan Allah SWT. Ada orang yang ketika kita lihat dan kita dekat di sampingnya mampu melahirkan semacam aura positif bagi diri kita yang kemudian mendorong untuk melakukan hal-hal yang baik. Sebaliknya, ada juga orang yang hanya memancarkan aur negatif, sehingga kita pun terpapar dampaknya dan terdorong untuk melakukan hal-hal yang sia-sia, bahkan dilarang.

Kedua, orang yang perkataannya selalu menunjukkan kita kepada jalan Allah SWT. Orang yang perkataannya selalu mengandung pelajaran adalah orang yang bisa menjaga lisannya dari berkata hal yang sia-siap dan dilarang. Kata-katanya mengena dan mampu merubah kita. Setiap perkataan yang mampu menembus sanubari dan membawa perubahan pastinya adalah perkataan yang lahir bukan hanya dari mulut, tapi dari hati dan pembuktian si pengucap akan kata-kata yang dikeluarkannya.

Inilah dua tanda yang harus kamu jadikan pegangan ketika memilih sahabat dan teman. Dengan begitu, pertemanan dan persahabatan yang dijalin akan selalu melahirkan kebaikan dan menjadi wasilah untuk lebih dekat dengan Allah SWT.