Delapan Tips Bangun Malam ala Imam Al-Ghazali

Minggu, 30 September 2018 nasihat 834 klik
Misbahuddin LA Teks:Misbahuddin LA
Vanny Rosa Grafis:Vanny Rosa

Salat malam sudah tidak disangsikan lagi keutamannya, banyak sekali dalil baik Alquran maupun Hadis yang menjelaskan tentang hal itu. Yang menjadi persoalan adalah, salat ini tidak mudah dilakukan bagi orang-orang yang tidak terbiasa bangun di malam hari. Lantas bagaimana caranya agar tetap mampu bangun di sepertiga malam dan istiqamah dalam melaksanakannya?

Dalam pembahasan tentang Tartib al-Aurad  wa Tafshil Ihya’ al-Lail, Abu Hamid al-Ghazali (w. 505 H) menyampaikan tips dan trik kepada para pembacanya agar senantiasa mampu bangun di malam hari untuk menjalankan salat malam. Ini beliau tuangkan dalam karyanya yang sangat populer, Ihya’ ‘Ulum al-Din.

Menurutnya, seseorang harus menyiapkan kondisi jasmani dan rohani yang cukup agar selalu bisa bangun di malam hari, khususnya sepertiga malam. Secara terperinci yang dimaksud oleh al-Ghazali adalah:

Persiapan jasmani, meliputi:

1. Tidak memperbanyak makan akan tetapi memperbanyak minum. Kebanyakan makan mengakibatkan seseorang kesulitan bangun karena akan membuatnya tidur pulas dan susah untuk menjalankan salat malam.

2. Tidak terlalu kecapean di siang hari dengan aktivitas-aktivitas yang menguras tenaga dan fisik. Hal ini juga merupakan salah satu penyebab seseorang susah untuk bangun di malam hari.

3. Membiasakan diri tidur beberapa saat di siang hari (qailulah), sebab ini adalah amalan sunah sebagaimana hadis Nabi SAW.

اسْتَعِينُوا بِقَيْلُولَةِ النَّهَارِ عَلَى قِيَامِ اللَّيْلِ,

kerjakanlah qailulah di siang hari untuk membantu kalian salat di malam hari. Hadis ini diriwayatkan oleh al-Hakim, Ibn Khuzaemah, dan Abu Bakar al-Baihaqi.

4. Tidak memperbanyak berbuat dosa di siang hari.

Persiapan rohani, meliputi:

1. Menjaga hati agar terhindar dari perbuatan dengki, penyakit hati lainnya dan berlebih-lebihan di dalam kegelisahan duniawi. Hal ini membuat seseorang memikirkan hal-hal tersebut sampai larut malam, meskipun dia bangkit untuk salat tetap saja kegelisahan dan kedengkian itu yang ia pikirkan.

2. Membiasakan hati untuk takut kapada hari akhir dan memperpendek angan-angan. Jika demikian maka seseorang akan bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah termasuk salat malam.

3. Menambah keyakinan tentang keutamaan salat malam , ini dilakukan dengan membaca ayat-ayat Alquran terkait, hadis-hadis, maupun kisah-kisah, sehingga seseorang rindu dan cinta serta berharap akan pahala.

4. Yang terakhir dan yang paling menentukan adalah, rasa cinta  dan keimanan yang tinggi kepada Allah. Karena malam hari adalah waktu di mana seorang hamba bermunajat kepada Tuhannya.

Itulah beberapa tips dan trik agar seseorang mampu bangun di malam hari, dan istiqamah dalam menjalankannya. Semoga bermanfaat. (Misbahuddin)