Bolehkah Bersedekah Ketika Masih Banyak Utang? 

Senin, 10 Desember 2018 nasihat 256 klik
Mujiburrahman Teks:Mujiburrahman
Faza Grafis:Faza

Sedekah merupakan amalan yang sangat disunnahkan, bahkan ia memiliki banyak keutamaan. Namun, terkadang ada orang yang memaksakan diri bersedekah, padahal di saat yang sama ia masih punya banyak utang. Pertanyaannya, bolehkah ia bersedekah dalam keadaan seperti itu?  

Terkait hal ini, Nabi SAW bersabda:

خَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنًى، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ

Sebaik-baiknya sedekah apabila kebutuhan pokok telah terpenuhi, maka mulailah dari orang yang wajib kamu nafkahi (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Badrudin al-‘Aini dalam kitab “Umdatul Qari Syarah Shahih al-Bukhari” menjelaskan maksud hadis di atas sebagai berikut.

وَالْمعْنَى أَن شَرط التَّصَدُّق أَن لَا يكون مُحْتَاجا وَلَا أَهله مُحْتَاجا وَلَا يكون عَلَيْهِ دين فَإِذا كَانَ عَلَيْهِ دين فَالْوَاجِب أَن يقْضِي دينه،

Maksud hadis di atas ialah, bahwa syarat bersedekah itu ialah jika ia dan keluarganya tidak sedang membutuhkan dan tidak pula sedang memiliki utang. Apabila yang bersangkutan masih memiliki utang, maka wajib baginya untuk melunasinya terlebih dahulu (ketimbang bersedekah).   

Dari penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa bersedekah disunnahkan apabila semua kewajiban telah terpenuhi terutama soal utang. Membayar utang hukumnya wajib, sedangkan sedekah hukumnya sunnah. Dalam Islam, tidak boleh mendahulukan yang sunnah di atas yang wajib.

Namun, ada pengecualian bagi seseorang yang memiliki utang dan belum jatuh tempo. Baginya, diperbolehkan bersedekah sekiranya nanti ia akan mampu membayar utangnya pada waktu yang telah dijanjikan.   

Demikianlah penjelasan singkat tentang hukum bersedekah di saat punya utang. (Mujiburrahman)