Adab Bangun Tidur


Tidur merupakan kebutuhan makhluk hidup. Ada banyak manfaat dalam aktifitas tidur. Seperti tidur, Islam mengajarkan adab-adab yang hendaknya diperhatikan ketika seseorang bangun tidur. Hal ini agar ketika seseorang bangun tidur ia tetap berada dalam tuntunan Islam.

Dalam kitab Maraqi Al-‘Ubudiyyah Syarah Bidayatul Hidayah, dijelaskan beberapa adab bangun tidur.

فإذا استيقظت من النوم فا جتهدأن تستيقظ قبل طلوع الفجر وليكن اوّل ما يجر علي قلبك ولسانك ذكراللّه تعالي...

Ketika engkau terbangun dari tidur, maka berusahalah agar engkau bangun sebelum sebelum terbitnya fajar, dan jadikanlah permulaan yang terucap dalam hati dan lisanmu adalah dzikir kepada Allah.

Apabila engkau bangun tidur dan berniat untuk menghasilkan keutamaan terbesar, maka berusahalah sekuat tenaga untuk bangun sebelum terbit fajar supaya bisa shalat di awal waktu, karena shalat dalam suasana masih gelap lebih baik daripada shalat dalam suasana sudah terang.

لأن الأنسان إذاشرع في الصلاة من اوّل الوقت وفي ذالك الوقت ظلمة كانت ملائكة اللّيل حاضرة

Apabila seseorang mengerjakan shalat pada awal waktu dan masih dalam keadaan gelap, maka para malaikat malam hadir menyaksikan shalatnya.

ثمّ إذامتدّت الصّلاة بسبب ترتيل القراءة حتّي ظهر الضّوء كانت ملائكة النهار حاضرة ايضا وهم يشهدون صلاته

Dan apabila shalat itu lama disebabkan bacaan yang tartil hingga nampak cahaya, maka para malaikat siang hadir pula sambil menyaksikan shalatnya.

الإنسان إذا شرع في صلاة الصبح من اوّل هذا الوقت وامتدّت القراءة ففي أثناء هذا الوقت ينقلب العالم من الظلمات إلي الضّوء

Juga apabila seseorang mengerjakan shalat sejak awal waktu, dengan bacaan yang panjang, maka di tengah-tengah bacaan tersebut alam berubah dari gelap menjadi terang.Kegelapan itu dalam kehidupan seperti kematian dan ketidakadaan. Sedangkan cahaya itu sesuai dengan kehidupan wujud. Maka ketika manusia bangun dari tidurnya, seakan-akan ia berpindah dari kematian menuju kehidupan dan dari tidak ada menjadi ada dan dari diam menjadi bergerak. Keadaan yang menakjubkan ini menunjukan kepada akal bahwa tidak ada yang dapat melakukan perubahan ini kecuali Al-Khaliq dengan hikmah-Nya. Ketika itu akal menjadi terang dengan cahaya ma’rifat dan terbebas dari penyakit hati, yaitu cinta dunia, keserakahan, dengki, saling membanggakan diri. Para nabi seperti halnya para dokter mengajak manusia untuk melakukan ketaatan dan ubudiah mulai bangun dari tidur, karena sangat bermanfaat dan bisa menghilangkan penyakit. Demikianlah dikatakan oleh Asy-Syarbini.

Dan terkadang ketika kita bangun tidur, kita justru merasa malas, kurang semangat, dan mengerjakan hal-hal yang kurang bermanfaat. Mengapa demikian? Itu karena ikatan syaitan belum lepas dan menjadikan malas dan kurang semangat. Ada tiga kunci agar ikatan itu lepas: 1) Berdzikir kepada Allah SWT. Hal ini akan membuka ikatan pertama.  2) Berwudhu, ini akan membuka ikatan yang kedua. 3) Sholat, ia berfungsi melepaskan ikatan yang terakhir.

“Apabila kalian tidur, syaitan membuat tiga ikatan di tengkuk kalian. Di setiap ikatan syaitan akan mengatakan, “Malam masih panjang, tidurlah!” Jika ia bangun lalu berdzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika ia berwudhu, lepas lagi satu ikatan berikutnya. Kemudian jika ia mengerjakan shalat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari ia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti itu, jiwanya jadi kotor dan malas.” (HR. Bukhari)