Wanita Memakai Kutek, Apakah Sah Wudhunya?

Kamis, 15 November 2018 konsultasi | 550 klik
Juriyanto Teks:Juriyanto
Vanny Rosa Grafis:Vanny Rosa

Salam. Admin Harakah yang budiman. Saat ini banyak wanita menggunakan kutek untuk menghias kukunya. Apakah wudhu wanita tersebut sah? Mohon penjelasannya. Terima kasih

Secara umum, ada dua jenis bahan untuk menghias kuku bagi wanita dan keduanya memiliki ketentuan hukum berbeda terkait keabsahan wudhunya. Pertama, disebut dengan kutek. Kedua, disebut dengan hinna atau inai (pacar).

Lazimnya kutek berbahan dasar cat dan cara pemakaiannya ditempelkan pada kuku. Warna yang menempel pada kuku tersebut adalah bahan catnya sehingga jika dikerok akan terkelupas. Jika demikian, maka hukum wudhu bagi wanita yang menghiasi kukunya dengan kutek tidak sah karena bahan kutek tersebut menghalangi sampainya air pada kuku. Air wudhu harus sampai pada kuku karena kuku termasuk bagian dari anggota wudhu yang wajib dibasuh dengan air. Dan jika ada benda yang menghalangi sampainya air pada kuku, maka wudhunya tidak sah.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Majmu berikut;

إذَا كَانَ عَلَى بَعْضِ أَعْضَائِهِ شَمْعٌ أَوْ عَجِينٌ أَوْ حِنَّاءٌ وَأَشْبَاهُ ذَلِكَ فَمَنَعَ وُصُولَ الْمَاءِ إلَى شَيْءٍ مِنْ الْعُضْوِ لَمْ تَصِحَّ طَهَارَتُهُ

“Jika di sebagian anggota wudhu seseorang terdapat lilin, adonan tepung, pacar atau lainnya dan menghalangi sampainya air pada sebagian anggota wudhunya, maka tidak sah bersucinya.”

Sementara hinna lazimnya berbahan daun pacar dan cara pemakainnya ditempelkan pada kuku. Setelah beberapa saat kemudian, daun pacar diangkat sehingga yang tersisa pada kuku hanya warna bekas dari daun tersebut. Jika demikian, maka wudhu dari wanita tersebut dihukumi sah karena yang tersisa pada kuku hanya bekas warna dari daun pacar sehingga tidak menghalangi sampainya air.

Dari penjelasan di atas, jika wanita menghias kukunya dengan kutek yang berbahan cat, maka sebelum wudhu wajib dikerok terlebih dahulu agar air sampai pada kukunya. Jika dibiarkan, maka wudhunya tidak sah karena ada anggota wudhu, yaitu kukunya, tidak terbasuh air. (Jurianto).