Tujuh Shalat Sunnah Ini Disunnahkan Berjemaah

Rabu, 14 November 2018 konsultasi | 339 klik
Juriyanto Teks:Juriyanto
Faza Grafis:Faza

Salam, admin Harakah yang budiman. Saya ingin bertanya, apakah seluruh shalat sunnah disunnahkan dilakukan secara berjemaah sebagaimana shalat wajib lima waktu? Mohon penjelasannya. Terima kasih.

Untuk shalat wajib lima waktu, semuanya disyariatkan untuk dilaksanakan secara berjemaah di tempat umum seperti masjid, mushalla, langgar atau lainnya. Berbeda halnya dengan shalat sunnah, sebagian disunnahkan untuk dilaksanakan secara berjemaah dan sebagian lagi tidak. Bahkan shalat sunnah yang tidak disunnahkan berjemaah lebih banyak jumlahnya dibanding dengan yang disunnahkan.

Dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, Syaikh Wahbah Zuhaili hanya menyebutkan tujuh jenis shalat sunnah yang disunnahkan untuk dilaksanakan secara berjemaah. Selain tujuh jenis shalat sunnah tersebut disunnahkan untuk dikerjakan sendirian, tanpa berjemaah. Berikut ketujuh jenis shalat sunnah tersebut;

Pertama, shalat sunnah dua rakaat Idul Fitri.

Kedua, shalat sunnah dua rakaat Idul Adha.

Ketiga, shalat sunnah gerhana bulan.

Keempat, shalat sunnah gerhana matahari.

Kelima, shalat sunnah istisqa’ atau shalat sunnah meminta turun hujan.

Keenam, shalat sunnah tarawih di bulan Ramadhan.

Ketujuh, shalat sunnah witir di bulan Ramadhan.

Tujuh shalat sunnah di atas senantiasa dilakukan secara berjemaah oleh Nabi saw. dan para sahabatnya. Karena itu, kita disunnahkan melaksanakan juga secara berjemaah sebagai bentuk ittiba’ atau ikut sunnah Nabi saw. dan sahabatnya. Adapun lainnya, tidak dianjurkan berjemaah namun dilakukan sendirian. Hanya saja, jika dilakukan secara berjemaah, maka tetap diperbolehkan dan shalatnya sah.