Tau Gak? Bisa Loh Wudhu Pake Air Banjir…

Selasa, 19 Februari 2019 konsultasi | 118 klik
Hilmy Firdausy Teks:Hilmy Firdausy
Faza Grafis:Faza

Assalamulaikum Ustadz Harakah, saya mau tanya; kebetulan daerah saya adalah daerah rawan banjir. Apakah boleh berwudhu menggunakan air banjir? Mohon penjelasannya. Terima kasih…

Waalaikumsalam…

Secara asali, seluruh air yang ada di muka bumi ini hukumnya suci dan bisa digunakan untuk bersesuci. Namun, ketika air tersebut tercampur benda najis, maka status air tersebut berubah menjadi najis. Air najis tidak dapat digunakan untuk bersesuci. Lalu apa indikator air dikatakan najis dan suci?

Untuk kasus air yang kemasukan najis, secara umum para ulama membagi ke dalam dua jenis: air yang banyak dan air yang sedikit.

  1. Air sedikit adalah air yang kurang dari 2 qullah. Jika air ini kemasukan najis dan berubah salah satu dari aroma, warna atau rasanya, maka airnya dihukumi najis dan tidak bisa digunakan untuk bersesuci.
  2. Air banyak adalah air yang lebih dari 2 qullah. Secara umum, hukum air banyak adalah suci dan mensucikan. Kecuali bila air itu secara umum memang air najis, seperti air di penampungan limbah kotoran hewan, air limbah rumah sakit dan lainnya. Air-air ini, meskipun banyak, tentu tidak bisa digunakan untuk bersesuci.

Lalu bagaimana dengan air banjir?Secara umum, air banjir bisa kita golongkan ke dalam air banyak dan bisa digunakan untuk bersesuci meskipun tidak menutup kemungkinan air tersebut telah bercampur dengan benda-benda najis lainnya. Berdasarkan hal ini, kita boleh berwudhu menggunakan air banjir tersebut. Namun jika kita dengan yakin mengetahui bahwa air banjir tersebut meluap dari septik tank dengan volume najis yang lebih banyak dalam air, maka air tersebut selayaknya tidak digunakan untuk berwudhu. Hal ini bisa kita ketahui dari warna dan aroma air misalnya.

Akan tetapi, jika air banjir hanya bercampur dengan tanah dan beraroma tanah, meskipun keruh, air tersebut bisa kita pakai untuk berwudhu sebagaimana hukum awal air banyak yang lebih dari dua qullah.