Siapa Sih Mahram itu?


Assalamualaikum.. Min post mahram wanita siapa aja dong?!!

Mahram adalah semua orang yang dalam agama Islam haram untuk dinikahi. Terdapat penjelasan yang sangat panjang dalam Alquran yang menyinggung tentang mahram. Hal ini sebagaimana yang terdapat dalam surah al-Nisa: 22-24 berikut.

وَلَا تَنْكِحُوا مَا نَكَحَ آبَاؤُكُمْ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۚ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَمَقْتًا وَسَاءَ سَبِيلًا *حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

“Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh). Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), Maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. dan Dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan Tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Dalam al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh, Syekh Wahbah Zuhaili merangkum banyak sekali karya ulama-ulama yang memberikan pandangannya terkait mahram. Beberapa kitab yang dinukil adalah Bidayatul Mujtahid, Mughnil Muhtaj, al-Muhadzdzab, Fathul Qadir dan lain sebagainya, bahwa perempuan-perempuan yang dilarang untuk dinikahi dibagi ke dalam dua bagian. Yang pertama adalah mahram muabbad (mahram selamanya) dan yang kedua adalah mahram muaqqat (mahram sementara atau temporer).  

Mahram muabbad artinya perempuan tersebut haram untuk dinikahi selamanya, ini biasanya disebabkan karena keturunan, pernikahan atau persusuan. Sedangkan mahram muaqqat atau bisa dikatakan ghair muabbad biasanya disebabkan karena alasan-alasan tertentu yang akan berubah statusnya menjadi boleh dinikahi bilamana alasan tersebut telah tiada.

Mahram muabbad yang pertama muncul karena faktor keturunan atau kekerabatan, mereka adalah ibu dan seterusnya ke atas, meliputi nenek dari ibu atau nenek dari ayah, sebagaimana firman Allah di atas, “diharamkan untuk kalian ibu-ibu kalian.” Selanjutnya adalah anak perempuan dan seterusnya ke bawah, seperti cucu perempuan dari anak laki-laki dan  dari anak perempuan. Berikutnya adalah saudara perempuan kandung, saudara perempuan dari ayah atau dari ibu (saudara perempuan tiri), anak-anak perempuan dari saudara perempuan (keponakan), anak-anak perempuan dari saudara laki-laki (keponakan), dan seterusnya ke bawah. Kemudian bibi dari pihak ayah, bibi dari pihak ibu, atau pun bibi tiri. Adapun sepupu perempuan baik dari pihak ayah ataupun ibu maka tidak termasuk mahram.

Kedua karena faktor pernikahan, mereka adalah istri ayah, istri kakek (baik dari pihak ayah maupun ibu) dan seterusnya ke atas. Berikutnya adalah istri dari anak laki-laki, istri dari cucu laki-laki dan seterusnya ke bawah. Kemudian ibu dari istri, ibu dari nenek dan seterusnya ke atas. Anak-anak perempuan istri yang dalam pemeliharaan, jika istri tersebut telah digauli maka anak-anak tersebut menjadi mahram, namun jika belum digauli dan keduanya telah berpisah baik karena talak ataupun wafat, maka anak-anak perempuan tersebut bukanlah mahram. Demikian pula berlaku seterusnya ke bawah.

Ketiga karena faktor persusuan. Mereka adalah ibu persusuan, nenek dari ibu sepersusuan. Dan seterusnya ke atas. Selanjutnya adalah anak perepmpuan sepersusuan, cucu perempuan sepersusuan dan seterusnya ke bawah. Saudara perempuan sepersusuan, anak-anak perempuan saudara sepersusuan baik laki-laki maupun perempuan dan seterusnya ke bawah. Kemudian bibi dari pihak ayah atau ibu sepersusuan, ibu istri atau nenek istri sepersusuan dan seterusnya ke atas, istri ayah atau kakek sepersusuan dan seterusnya ke atas, istri anak atau istri cucu sepersusuan dan seterusnya ke bawah. Anak perempuan istri sepersusuan, cucu perempuan istri dan seterusnya ke bawah.

Sedangkan mahram muaqqat adalah seseorang yang haram dinikahi pada kondisi tertentu, dan menjadi halal jika kondisi tersebut hilang. Mereka adalah perempuan yang telah ditalak tiga, perempuan yang pernah dilian suaminya (sumpah laknat di hadapan hakim karena tuduhan zina atau tidak diakuinya anak yang dikandung), perempuan beristri, perempuan yang dalam masa iddah, perempuan bukan ahli kitab, saudara perempuan dari istri, bibi (jalur ayah atau ibu) dari istri (mengumpulkan dua saudara atau dua mahram), istri yang ke lima  (lebih dari empat istri), dan wanita pezina hingga ia bertaubat.

Demikianlah beberapa informasi terkait mahram atau perempuan-perempuan yang dilarang untuk dinikahi oleh laki-laki. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.