Shalat Sunnah Isyraq Setara dengan Pahala Haji

Minggu, 12 Agustus 2018 konsultasi | 640 klik
Hilmy Firdausy Teks:Hilmy Firdausy
Vanny Rosa Grafis:Vanny Rosa

Shalat Isyraq adalah shalat sunnah yang dikerjakan ketika matahari meninggi setinggi tombak. Kata Isyraq sendiri memiliki arti terbit. Maksudnya adalah waktu shalat tersebut tatkala matahari terbit. Sampai di sini, shalat Isyraq sama dengan shalat Dluha.

Akan tetapi, shalat Isyraq memiliki keutamaan tersendiri, yang berbeda dengan keutamaan shalat Dhuha. Keutamaan shalat Isyraq ini pun juga sudah mendapat legitimasi dari kanjeng Nabi melalui sabdanya:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهُ وَسَلَّمَ: مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ (رواه الترمذي)

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa Rasulullah bersabda: siapa saja yang melaksanakan shalat subuh, kemudian duduk berdzikir kepada Allah sampai matahari terbit, kemudian shalat dua rakaat, maka pahala shalatnya setara dengan pahala Haji dan Umrah yang sempurna (diulang tiga kali).” (HR. Tirmidzi).

Jadi, pahala shalat Isyraq yang dijamin oleh Rasulullah adalah setingkat dengan pahala ibadah Haji dan Umrah. Tentunya di situ ada syarat dan ketentuan berlaku, yaitu harus berdzikir atau mengaji sejak setelah shalat Subuh hingga matahari terbit setinggi tombak. Jika ketentuan ini tidak diindahkan, maka jaminan pahalanya pun tidak berlaku. (M. Syarofuddin Firdaus)