Selain Diobati, Penyakit juga Harus Disyukuri


Salam Pak Admin, apa yang harus kita lakukan terhadap penyakit yang kita derita?

Nabi Muhammad bersabda:

حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَلْحَلَةَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ "مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ." رواه البخاري

Seluruh penyakit, kesedihan, kesusahan, gangguan dan penderitaan, bahkan sebuah duri yang menusuk [kaki] seorang Muslim, akan menjadi faktor diampuninya dosa oleh Allah swt.”

Dalam hadis di atas, Nabi Muhammad mengajak ummatnya untuk terus berpikir positif mengenai segala sesuatu yang menimpa dirinya; baik segala bentuk kesusahan maupun bentuk-bentuk kebahagian. Kesusahan yang diperlakukan secara positif akan mendatangkan kebaikan. Sebaliknya, kebahagiaan yang disikapi secara berlebihan justru akan mendatangkan bencana.

Semua orang, termasuk orang Islam, pasti pernah merasakan sakit, sedih, susah, gelisah dan ditimpa permasalahan yang tidak diharapkan lainnya. Kematian, kemiskinan, kegagalan dan kemunduran adalah beberapa faktor yang lumrah ditimpa seluruh manusia dan menjadi sumber bagi segala perasaan sedih. Bagi seorang Muslim yang berpikir positif dan mampu melihat segala hal dari sisi baiknya, dijamin akan melalui segala problematika kehidupannya dengan tenang.Salah satu sisi kebaikan yang disampaikan Nabi Muhammad kepada umatnya ialah bahwa seluruh kesedihan, sakit dan kepedihan adalah satu ujian yang diberikan oleh Allah kepada hambanya untuk meringankan dan menghapus segala dosa yang dimilikinya. Segala bentuk kesedihan dan kepedihan juga menjadi cara bagi Allah untuk meningkatkan derajat hambanya. Siapa yang lulus, maka dosanya akan diampuni dan derajatnya akan diangkat oleh Allah. Siapa yang berputus asa akan memperoleh hasil sebaliknya.

Maka jika sakit dilihat dari sudut pandang semacam ini, tidak akan lagi muncul kesedihan yang terlalu dan berlarut-larut. Bahkan kata Nabi, duri yang menusuk kaki seorang Muslim ketika berjalan di sebuah tempat, juga menjadi media bagi Allah untuk mengampuni dosa-dosanya. Dalam banyak sekali permasalahan yang ditimpa hambanya, sejatinya Allah tengah mengungkapkan rasa kasih dan sayangnya kepada sang hamba.

Kesimpulannya, ada sebuah etika yang harus dilakukan oleh setiap orang Muslim yang tertimpa musibah dan mengalami kesedihan; yakni selalu bertawakkal dan berpikir positif, tidak putus asa apalagi mengutuk Tuhan sebagai dzat yang memberi cobaan. Dengan begitu seluruh musibah akan dihadapinya dengan perkasa. Seluruh dosanya pun akan diampuni oleh Allah swt.[]