Qurban Wajib atau Sunnah?


Salam, admin harakah yang terhormat, apakah qurban wajib bagi yang mampu atau hanya sekedar sunnah?

Ulama berbeda pendapat tentang hukum qurban: ada yang mengatakan wajib dan ada pula yang mengatakan sunnah muakkad. Jumhur ulama berpendapat bahwa qurban hukumnya wajib. Pendapat ini diikuti Madzab Syafi’i, Hanbali, dan sebagian Maliki.

Dalil kesunnahan qurban adalah:

 

إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ

Jika masuk bulan Dzulhijah dan salah seorang dari kalian ingin menyembelih qurban, maka hendaklah ia tidak memotong sedikitpun dari rambut dan kukunya.” (HR. Muslim

Selain itu, Sahabat Abu Bakar dan Umar bin Khatab pernah tidak qurban selama setahun dan dua tahun. Mereka tidak qurban supaya tidak dianggap wajib oleh masyarakat. Apa yang dilakukan Abu Bakar dan Umar ini tentu merujuk pada apa yang sudah pernah dilakukan Rasulullah.

 

Sementara pandangan lain dari Madzhab Hanafi mengatakan qurban adalah wajib. Dalilnya adalah:

﴿فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ﴾

“Shalatlah kepada Tuhanmu dan Berqurbanlah” (QS; al-Kautsar ayat 2)

Dalam ayat ini terdapat fi’il amar yang berimplikasi kepada kewajiban. Perbedaan ulama ini tidak perlu diambil pusing, jalan tengahnya, bagi orang yang mampu dan memiliki kelebihan harta lebih baik berqurban tiap tahun agar harta yang didapat menjadi semakin berkah dan bisa berbagi kepada orang-orang yang tidak mampu.[]