Perbedaan Sunnah Ab’ad dan Haiat


Salam, admin harakah yang terhormat, saya pernah dengar dalam shalat ada sunnah ab’ad dan sunnah haiat. Saya belum paham maksud pembagian ini. Mohon pencerahannya. Terima kasih.

Dalam shalat ada istilah rukun dan sunnah. Rukun adalah setiap amalan shalat yang harus dikerjakan, kalau tidak dikerjakan bisa membuat shalat batal dan tidak sah. Sementara sunnah adalah amalan yang sifatnya anjuran dan tidak merusak keabsahan shalat bila tidak dikerjakan.

Para ulama membagi sunnah shalat ini dalam dua kategori: sunnah ab’ad dan sunnah haiat. Meskipun sama-sama sunnah, maksud dari dua istilah ini sangat berbeda dan implikasinya juga beda.

Sunnah ab’ad adalah setiap amalan sunnah yang tidak perlu dikerjakan apabila lupa mengerjakannya. Misalnya, sudah terlanjur berdiri mengerjakan raka’at ketiga dan lupa tasyahud awal, tidak usah kembali kepada tasyahud awal, karena tasyahud awal termasuk sunnah. Akan tetapi, dianjurkan mengerjakan sujud sahwi sebelum salam.

Di antara amalan yang termasuk sunnah ab’ad adalah tasyahud awal dan qunut. Kalau lupa mengerjakan ini tidak membatalkan shalat, tetapi dianjurkan sujud sahwi.

Sunnah haiat adalah setiap amalan yang tidak membuat shalat batal bila ditinggalkan dan tidak perlu mengerjakan sujud sahwi bila meninggalkannya. Misalnya, tidak membaca surat pendek setelah al-Fatihah, tidak perlu mengerjakan sujud sahwi bila lupa membaca surat pendek, karena membaca surat pendek dalam shalat termasuk sunnah haiat.[]