Penjelasan Hadis Tentang Menziarahi Kuburan Orang Tua pada Hari Jumat

Jumat, 9 November 2018 konsultasi | 2609 klik
Juriyanto Teks:Juriyanto
Faza Grafis:Faza

Salam. Admin Harakah yang budiman. Saya pernah mendengar bahwa menziarahi kuburan orang tua di hari Jumat sangat dianjurkan berdasarkan sebuah hadis. Saya mohon penjelasan terkait hadis dimaksud karena ada yang bilang kualitasnya daif. Terima kasih.

Menziarahi kuburan orang tua, para ulama, para wali, para pahlawan dan lainnya sudah menjadi tradisi di kalangan masyarakat Nusantara. Bahkan kuburan para wali dan ulama setiap harinya tidak pernah sepi dari peziarah. Masyarakat datang dari berbagai daerah untuk istighasah, membaca surah Yasin, tahlil dan lain sebagainya, terutama di waktu-waktu tertentu seperti habis lebaran dan malam dan hari Jumat.

Bagi masyarakat Nusantara, hari Jumat adalah waktu yang istimewa untuk beribadah, bersilaturrahim dan juga berziarah ke kuburan orang tua yang sudah meninggal. Apalagi mereka sering mendapatkan pesan keagamaan dari para ustadz dan kiai bahwa ziarah ke kuburan orang tua di malam dan hari Jumat akan memberikan kebahagiaan bagi orang taunya dan mereka sendiri dicatat sebagai anak yang berbakti.

Salah satu dalil yang sering disampaikan agar selalu menziarahi kuburan orang tua di malam dan hari Jumat adalah hadis Nabi Saw berikut;

مَنْ زَارَ قَبْرَ أَبَوَيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا فِيْ كُلِّ جُمُعَةٍ غُفَرَ لَهُ ، وَكُتِبَ بَرًّا

“Barangsiapa menziarahi kuburan kedua orang tuanya atau salah satunya setiap Jumat, maka dia diampuni dosanya dan dicatat sebagai anak yang berbakti.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Al-Thabrani dalam kitabnya Al-Mu’jamus Shaghir dan Al-Mu’jamul Ausath. Al-Haitsami dalam kitab Majma’uz Zawaid mengatakan, dalam sanad hadis ini terdapat rawi bernama Abdul Karim bin Umayyah dan dia daif atau lemah. Juga diriwatkan oleh Imam Al-Baihaqi dalam kitabnya Syu’abul Iman dengan dinilai sangat lemah oleh Imam Al-‘Iraqi.

Meski sanad hadis ini dinilai sangat lemah, namun pesannya tidak bertentangan dengan ajaran syariat. Hal ini karena secara umum menziarahi kuburan, termasuk kuburan orang tua, telah diperintahkan oleh Nabi Saw.Oleh karena itu, tidak heran jika para ulama mengamalkan hadis ini. Bahkan mereka sering mengutip hadis ini sebagai dasar kesunnahan menziarahi kuburan kedua orang tua pada malam dan hari Jumat di dalam kitab-kitab mereka.

Disebutkan dalam kitab Hasyiyatul Bujairimi bahwa ketika ada seorang anak menziarahi kuburan orang tuanya pada malam dan hari Jumat, dia akan mendapatkan tiga keutamaan. Pertama, mendapat kesunnahan ziarah kubur. Kedua, dia telah menunaikan kewajiban sebagai anak kepada orang tuanya, yaitu mendoakan keselamatan bagi mereka. Ketiga, mendapatkan keutamaan berbuat kebaikan di malam dan hari Jumat. Jika pada hari-hari biasa menziarahi kuburan orang tua dianjurkan, maka pada malam dan hari Jumat lebih dianjurkan lagi. Tak lain karena hari Jumat adalah sayyidul ayyam, sehingga lebih baik dibanding hari-hari lainnya untuk berbuat kebaikan, termasuk menziarahi kuburan orang tua.

Demikian penjelasan hadis terkait anjuran menziarahi kuburan kedua orang tua. Semoga bermanfaat. (Ust. Jurianto)