Pendapat Ulama Tentang Mengubur Jenazah Beserta Petinya

Jumat, 25 Januari 2019 konsultasi | 482 klik
Faza Grafis:Faza

Salam, admin Harakah yang budiman. Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa di dalam Islam mengubur jenazah di dalam peti tidak diperbolehkan karena menyerupai penguburan jenazah non muslim yang dikubur bersama petinya. Sementara masyarakat di Kalimantan pada umumnya mengubur jenazah di dalam peti karena tanah yang dijadikan tempat pemakaman adalah tanah gembur sehingga mudah longsor. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana hukum mengubur jenazah di dalam peti? Mohon penjelasannya. Terima kasih.

Hukum asal mengubur jenazah di dalam peti adalah makruh. Namun jika ada uzur, seperti tanahnya mudah longsor karena gembur atau lainnya, maka diperbolehkan mengubur jenazah di dalam peti, bahkan sebagian ulama mengatakan wajib agar jenazah bisa terpelihara dengan baik.

Hal ini sebagaimana telah dijelaskan oleh Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin berikut;

وكره صندق إلا لنحو نداوة فيجبه

“Dimakruhkan mengubur jenazah di dalam peti kecuali karena tanahnya lembab, maka menjadi wajib.”

Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam kitabnya Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu menyebutkan pendapat ulama dari empat mazhab terkait hukum mengubur jenazah di dalam peti.

Pertama, menurut ulama Hanafiyah, tidak masalah mengubur jenazah dengan menggunakan peti jika dibutuhkan, seperti tanahnya gembur. Dan disunnahkan jika tanahnya mudah digali oleh binatang buas.

Kedua, menurut ulama Malikiyah, sebaiknya jenazah tidak kubur di dalam peti. Hanya saja disunahkan menutup lubang liang lahad dengan bata, papan kayu, atau batu agar bisa rapat.

Ketiga, makruh mengubur jenazah di dalam peti kecuali tanahnya gembur dan mudah roboh dan tidak bisa menahannya kecuali dengan peti tersebut, atau jenazah perempuan yang tidak memiliki mahram agar tidak bisa disentuh oleh orang lain pada saat dikuburkan atau lainnya.

Keempat, menurut ulama Hanabilah, tidak disunnahkan mengubur jenazah di dalam peti karena hal tersebut tidak pernah dilakukan oleh Nabi Saw dan juga sahabatnya. Juga hal tersebut menyerupai dengan penduduk dunia. Selain itu, tanah dapat segera mengeringkan kotoran-kotorannya.