Mimpi Indah dan Mimpi Buruk


Bagaimana Islam memandang kebiasaan manusia bermimpi? Dan apa yang harus dilakukan jika kita mengalami mimpi indah atau mimpi 

Mimpi merupakan fakta yang lumrah terjadi pada diri manusia. Dalam keadaan tertentu, ketika tidur, manusia terkadang mengalami mimpi, entah itu mimpi indah atau mimpi buruk. Tak jarang, meskipun hanya ilusi, mimpi yang buruk dapat mengganggu ketenangan hidup seseorang dan menjadikan tidurnya tidak nyenyak. Nah, bagaimana Islam menjelaskan kenyataan tersebut?

Dalam sebuah riwayat yang disampaikan sahabat Abu Sa’id al-Khudri, Nabi Muhammad saw. pernah bersabda:

وعن أَبي سعيدٍ الخدرِيِّ - رضي الله عنه - : أنَّه سَمِعَ النبيَّ - صلى الله عليه وسلم - ، يقول : (( إِذَا رَأى أحَدُكُمْ رُؤيَا يُحِبُّهَا ، فَإنَّمَا هِيَ مِنَ اللهِ تَعَالَى ، فَلْيَحْمَدِ اللهَ عَلَيْهَا ، وَلْيُحَدِّثْ بِهَا - وفي رواية : فَلاَ يُحَدِّثْ بِهَا إِلاَّ مَنْ يُحِبُّ - وَإِذَا رَأَى غَيْرَ ذَلِكَ مِمَّا يَكْرَهُ ، فإنَّمَا هِيَ مِنَ الشَّيْطَانِ ، فَلْيَسْتَعِذْ مِنْ شَرِّهَا ، وَلاَ يَذْكُرْهَا لأَحَدٍ ؛ فَإنَّهَا لا تَضُرُّهُ )) متفقٌ عَلَيْهِ

“Jika kalian mengalami mimpi indah, maka itu dari Allah. Maka pujilah Allah atas nikmat tersebut (dengan bersyukur dan mengucapkan hamdalah) dan ceritakan kepada orang lain – dalam sebuah riwayat, ceritakan saja kepada orang yang disukainya. Dan jika kalian mengalami mimpi buruk, maka itu dari Setan. Mintalah perlindungan kepada Allah dari keburukan tersebut dan jangan ceritakan mimpi kalian kepada siapapun karena hal itu tidak berfaidah.”

Jelas sekali dalam riwayat di atas: mimpi indah datang dari Allah. Ia merupakan suatu kenikmatan atau anugerah yang patut disyukuri. Sedangkan mimpi buruk datang dari setan. Maka hendaknya, ketika seseorang mengalami mimpi buruk, berdoalah kepada Allah untuk meminta perlindungan atasnya. Mimpi indah boleh diceritakan kepada orang lain, atau kepada orang tertentu yang disukai saja. Sedangkan mimpi buruk, sebagaimana sabda Nabi, cukup disimpan dan jangan diceritakan kepada orang lain.

Dalam riwayat lainnya Nabi bersabda:

وعن أَبي قَتَادَة رضي الله عنه قَالَ قَالَ النبيُّ صلى الله عليه وسلم الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ وفي رواية الرُّؤْيَا الحَسَنَةُ مِنَ اللهِ وَالحُلُمُ مِنَ الشَّيْطَانِ فَمَنْ رَأى شَيْئاً يَكْرَهُهُ فَلْيَنْفُثْ عَن شِمَالِهِ ثَلاَثاً وَلْيَتَعَوَّذْ مِنَ الشَّيْطَانِ ؛ فإنَّهَا لا تَضُرُّهُ .متفقٌ عَلَيْهِ

“Mimpi bagus datang dari Allah. Mimpi basah [mimpi buruk lainnya] datang dari setan. Jika seseorang bermimpi buruk, maka meludahlah tiga kali ke sebelah kiri dan mintalah perlindungan kepada Allah dari setan (mengucapkan ta’awwudz). [Jangan menceritakan hal itu kepada orang lain], karena hal itu tidak berfaidah.”

Dalam hadis di atas, secara spesifik Nabi Muhammad saw. menganjurkan untuk meludah tiga kali ke samping kiri ketika dengan spontan kita terbangun karena mengalami mimpi buruk. Setelah itu, kita dianjurkan untuk membaca a’udzubillahi minas syaithonir rajim.

Inilah ajaran yang disampaikan oleh Nabi terkait mimpi yang dialami oleh manusia. Amalkan ya gaes?! Dan jangan lupa berdoa sebelum tidur!