Mentradisikan Ibadah-Ibadah Sunnah

Minggu, 13 Mei 2018 konsultasi | 392 klik
Hilmy Firdausy Teks:Hilmy Firdausy

Kalau sudah jadi orang alim, apa saja yang harus diperhatikan?

Seorang alim tidak cukup hanya mengerjakan hal-hal yang wajib dalam syariat. Sebagai seorang pemuka agama dan memiliki ilmu pengetahuan yang lebih, seorang alim seyogyanya juga mentradisikan hal-hal yang sunnah. Selain mendapatkan pahala dan keutamaan, hal itu tentu juga akan membawa dampak positif bagi masyarakat dan orang di sekitarnya. Dia akan menjadi contoh dan kiblat.

Hal-hal sunnah yang bisa dikerjakan sehari-hari, antara lain:

 

  1. Memenuhi harinya dengan membaca al-Qur’an
  2. Berdzikir dengan lisan dan hatinya setiap saat
  3. Melakukan salat-salat sunah seperti salat dhuha, salat tahajud, salat tasbih dll.
  4. Puasa sunnah Daud, Senin-Kamis dan lain-lain
  5. Memiliki daftar wirid yang dibacanya di pagi, siang dan malam hari
  6. Haji ke Tanah Suci Mekkah jika ada kesempatan
  7. Memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad SAW

Itu adalah beberapa contoh pekerjaan sunnah yang bisa dilakukan seorang alim setiap harinya. Dengan membiasakan diri melakukan yang sunnah-sunnah, seorang alim secara tidak langsung akan memberikan pendidikan prilaku kepada masyarakat untuk juga turut melakukan dan mentradisikan pekerjaan-pekerjaan sunnah tersebut. Bukan tidak mungkin, jika seorang alim istiqomah dan konsisten, perubahan yang baik lambat laun akan terjadi dalam masyarakatnya.

Selain itu, pekerjaan sunnah juga merupakan media untuk seorang alim lebih mendekatkan diri kepada Dzat Pemilik Ilmu Pengetahuan. Melalui ibadah-ibadah sunnah, seorang alim bersimpuh dan memohon untuk senantiasa diberikan petunjuk dan pertolongan dalam mengawal masyarakatnya. Melalui hal itu, dia secara tidak langsung juga terus menjaga kemanfaatan dan keberkahan ilmu yang dimilikinya.