Menikah Dengan Robot

Senin, 3 Desember 2018 konsultasi | 339 klik
Hilmy Firdausy Teks:Hilmy Firdausy
Faza Grafis:Faza

Assalamualaikum... bagaimana hukumnya menikah dengan robot min?

Waalikumsalam wr. wb....

Dalam Islam, pernikahan dinilai sah ketika memenuhi lima syarat: 1) mempelai laki-laki, 2) mempelai perempuan, 3) wali nikah, 4) dua orang saksi dan 5) shighat nikah. Pernikahan yang tidak memenuhi kelima syarat tersebut akan dinilai sebagai pernikahan yang tidak sah. Ketika pernikahannya tidak sah, maka segala bentuk hubungan fisik dihukumi haram. Dan apabila melakukan jima’, ia dihukumi sama dengan zina.

Dari segi hukum dan syarat sah pernikahan, menikah dengan robot jelas pernikahan yang tidak sah. Karena dalam pernikahan disyaratkan ada dua orang manusia berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Robot tentu bukan manusia; ia tidak memiliki ruh, tidak memiliki syahwat dan kecenderungan manusiawi lainnya.

Belum lagi jika kasusnya adalah seorang laki-laki yang menikahi robot perempuan. Mempelai perempuan wajib menghadirkan wali nikah. Di sinilah problemnya menjadi ganda. Selain kehadirannya tidak dihitung sebagaimana kehadiran mempelai perempuan yang manusia, robot perempuan juga tidak memiliki wali untuk dihadirkan. Jadi banyak syarat pernikahan yang tidak terpenuhi dalam praktek pernikahan manusia dengan robot. Ini dari segi hukum…

Dari segi etika, menikahi robot atau benda mati lainnya, seperti bangunan, barang dan lain sebagainya, adalah praktek pernikahan yang menyalahi tujuan awal Islam mensyariatkan adanya pernikahan. Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW pernah memerintahkan kepada ummatnya untuk menikahi perempuan yang perawan dan subur dengan tujuan agar memperoleh keturunan yang banyak.

Nabi Muhammad SAW juga pernah memarahi sahabat yang datang kepada beliau lalu mengatakan akan fokus ibadah seumur hidupnya dan tidak akan menikahi perempuan sama sekali. Nabi Muhammad lalu bersabda,

فمن رغب عن سنتي فليس مني

Menikah termasuk salah satu dari sunnah kenabian. Mereka yang benci kepada itu atau menyelewengkan hakikat pernikahan pada hal-hal yang tidak biasa, akan dianggap sebagai orang yang bukan berada dalam golongan Nabi Muhammad SAW. Dari sini, menikahi robot dan benda mati lainnya sama sekali tidak diperkenankan dalam Islam, karena hal itu dapat merusak tujuan awal dari disyariatkannya pernikahan itu sendiri.