Mengenal Mani, Madzi dan Wadzi


Assalamualaikum Harakah Islamiyah. Bedanya mani, wadzi dan madzi apa ya? Dan apakah semuanya najis? Dijawab ya…

Waalaikumsalam…

Mani, madzi dan wadzi adalah sejenis cairan yang dihasilkan oleh tubuh manusia. Ketiganya berbeda secara materi dan status airnya. Berikut penjelasannya:

1. Mani

Mani adalah cairan yang keluar dari kemaluan seseorang ketika melakukan hubungan suami istri. Mani biasanya berwarna putih kental yang keluar diiringi dengan rasa nikmat karena syahwat. Mani keluar dengan cara menyemprot dan menyebabkan seseorang menjadi lemas. Selain hubungan suami istri, mani juga bisa keluar ketika seseorang bermimpi basah. Ini yang menjadi tanda seseorang dikatakan baligh.

Mereka yang keluar mani wajib melakukan mandi besar. Sedangkan air mani sendiri statusnya adalah suci dan tidak najis. Jadi tidak masalah misalnya ketika kita melakukan shalat masih dengan pakaian yang terkena air mani. Hal ini ditunjukkan oleh sebuah hadis yang menceritakan bahwa Aisyah sering mengerik bekas mani yang ada di pakaian Rasulullah dengan kukunya.

Apakah perempuan juga mengeluarkan mani? Berdasarkan sebuah hadis, perempuan juga mengeluarkan mani. Hadis tersebut berasal dari pertanyaan Ummu Sulaim. Rasulullah menjelaskan bahwa mani laki-laki biasanya berwarna putih kental, sedangkan perempuan berwarna kuning dan encer. Keduanya sama-sama diwajibkan mandi ketika mengalami hal itu.

2. Madzi

Madzi adalah air yang keluar dari kemaluan seseorang ketika ia memikirkan sesuatu yang mampu membangkitkan syahwatnya. Air madzi biasanya bening dan lengket. Cara keluarnya pun perlahan, tidak seperti air mani yang memancar keras. Air madzi juga keluar ketika seseorang tengah melakukan foreplay atau bermesraan dengan istrinya. Air madzi kadang keluar tanpa disadari dan tidak menyebabkan lemas.

Air madzi dapat terjadi pada laki-laki dan wanita, meskipun pada umumnya lebih banyak terjadi pada wanita. Hukum air madzi adalah najis. Apabila air madzi terkena tubuh, ia wajib mencuci tubuh yang terkena air madzi. Jika air madzi mengenai pakaian, maka cukup dibersihkan dengan memercikkan air ke bagian yang terkena air madzi.  Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW, “Cukup bagimu dengan mengambil segenggam air, kemudian engkau percikkan ke bagian pakaian yang terkena air madzi tersebut.” (HR. Abu Daud, al-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Meskipun tidak wajib mandi, seseorang yang mengeluarkan air madzi batal wudhunya. Jadi ketika ia hendak shalat, ia harus membersihkan bekas air madzinya sekaligus mengambil air wudhu.

3. Wadzi

Wadzi adalah cairan putih kental yang keluar dari kemaluan seseorang. Air ini biasanya keluar sesaat setelah buang air kecil atau setelah melakukan pekerjaan yang melelahkan. Ketika Anda merasa sangat lelah, tertidur dan mengeluarkan cairan kental, air tersebut adalah wadi. Keluarnya air wadi dapat membatalkan wudhu. Hukum air wadi adalah najis. Cara membersihkan wadi adalah dengan mencuci kemaluan, kemudian berwudhu jika hendak shalat. Apabila wadi terkena badan, maka ia wajib dibersihkan.

Itulah tiga jenis air yang keluar dari tubuh manusia yang wajib kalian ketahui. Ketiga berbeda secara materi dan berbeda status airnya. Cara membersihkan dan menyucikannya pun berbeda. Jadi perhatikan betul ya.