Mengenal Hadis Ahad


Salam, saya mau tanya seluk beluk soal Hadis Ahad dong. Mohon penjelasannya ya…

Waalaikumsalam Wr Wb…

Secara umum, dilihat dari kualitas dan jumlah periwayatnya, hadis dibagi menjadi dua; hadis mutawatir dan hadis ahad. Hadis mutawatir adalah hadis yang diriwayatkan oleh orang banyak, yang mustahil untuk dimanipulasi dan didustakan. Dengan demikian, syarat utama dari hadis mutawatir adalah jumlah perawinya yang mencapai angka di mana upaya untuk menyelewengkan hadisnya dianggap mustahil.

Nah, hadis-hadis yang tidak memenuhi ketentuan hadis mutawatir dinamakan hadis ahad. Yaitu hadis yang diriwayatkan oleh kurang dari 10 perawi, di salah satu thabaqat (tingkatan) maupun di seluruh thabaqat-nya. Misalnya, sebuah hadis diriwayatkan oleh 10 orang sahabat, 10 orang tabi’in, 8 orang tabiut tabiin dan seterusnya. Ini termasuk hadis Ahad. Atau hadis yang diriwayatkan oleh 7 orang sahabat, 5 orang tabiin dan seterusnya.

Artinya, berbeda dengan hadis mutawatir, hadis ahad adalah jenis periwayatan yang masih memungkinkan adanya penyelewengan, manipulasi dan praktik kebohongan di dalamnya. Ketika hadis mutawatir bisa dijamin berasal dan datang dari Nabi Muhammad SAW, hadis ahad masih membutuhkan penelitian lebih jauh untuk memastikan bahwa periwayatannya benar-benar datang dari Nabi Muhammad SAW.

Bagaimana dengan posisinya sebagai sumber hukum? Tergantung. Nanti hadis ahad akan melahirkan banyak ragam hadis lainnya.

Hadis ahad dilihat dari jumlah periwayatnyannya dibagi menjadi tiga jenis, yakni hadis masyhur, hadis aziz dan hadis gharib. Masing-masing diriwayatkan oleh 3 perawi atau lebih, diriwayatkan oleh 2 orang perawi dan satu perawi. Sedangkan dari sisi kualitas periwayatannya, hadis ahad dibagi menjadi tiga juga, yakni hadis sahih, hadis hasan dan hadis dha’if. Ketiga-tiganya memiliki konsekuensi hukum yang berbeda.[]