Memberi Teladan yang Baik Kepada Masyarakat

Sabtu, 12 Mei 2018 konsultasi | 469 klik
Hilmy Firdausy Teks:Hilmy Firdausy

Kalau sudah jadi orang alim, apa saja yang harus diperhatikan?

Selain harus menghindari beberapa hal yang dianggap tidak wajar; tempat, tingkah laku dan ucapan yang tidak pantas, seorang alim dan ulama’ juga harus memberikan suri tauladan yang baik bagi masyarakatnya. Sebagai simbol dan perwajahan dari ajaran agama, seorang ulama harus menegakkan ajaran-ajaran dalam Islam di tengah masyarakat dengan memberikan contoh secara nyata.

Maka, seorang ulama, menurut Hadratussyeikh Hasyim Asyari, haruslah konsisten dan istiqamah melaksanakan shalat jamaah di masjid. Ketika masyarakat melihatnya begitu, maka lambat laun mereka akan meniru dan turut serta shalat berjamaah di masjid. Inilah yang kita kenal dengan istilah dakwah bil hal (berdakwah dengan contoh prilaku).

Seorang ulama juga harus membiasakan diri memberi salam kepada semua orang, baik yang kaya maupun yang miskin, yang punya kedudukan tinggi maupun masyarakat biasa. Prilaku semacam ini menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yang ramah dan memperlakukan seluruh orang dengan setara. Lambat laun, ketika budaya saling memberi salam menjadi tradisi, maka hidup damai dan tentram akan terwujud di tengah-tengah masyarakatnya.

Seorang ulama juga harus tegas dalam menilai sesuatu yang salah dan benar. Selalu sabar dalam membimbing masyarakatnya menuju kebenaran. Sering memberikan nasehat yang menyejukkan. Tidak takut mengkritik pembesar-pembesar atau pejabat yang membuat kemungkaran dan ketidakadilan. Di sinilah posisi seorang ulama sebagai juru bicara masyarakat dan aktor penentu kesejahteraan orang-orang yang berada di sekitarnya.

Dengan kata lain, menjadi ulama tidaklah mudah. Yang harus menjadi perhatiannya bukanlah hanya sebatas masalah-masalah peribadatan semata, tapi seluruh sektor kehidupan masyarakatnya. Seorang ulama juga haruslah menjadi pribadi yang kuat. Dia menunjukkan ketangguhannya ketika menerima musibah dan cobaan; satu contoh dan inspirasi berharga bagi masyarakatnya. Ketika seorang ulama konsisten memperlihatkan kesabaran dan kesungguhannya, maka seluruh bentuk tausiyah, masukan dan motivasi yang dilontarkan akan membawa perubahan yang nyata.

Karena seorang ulama adalah contoh, maka sedari awal dia harus mulai memperhatikan apa yang dia ucapkan, dia lakukan dan dia tradisikan. Selurunya akan menjadi cerminan bagi masyarakatnya untuk ditiru. Ketika apa yang dilakukannya salah, maka kesalahan itu akan membudaya dalam masyakatnya. Sebaliknya, jika yang dilakukannya adalah kebaikan dan kebenaran, maka kebaikan itu akan turut menjadi tradisi yang dihidupi orang-orang sekitarnya.