Membangun Keharmonisan dengan Mandi Bareng; Jomblo Jangan Baca!

Kamis, 17 Januari 2019 konsultasi | 309 klik
Hilmy Firdausy Teks:Hilmy Firdausy
Faza Grafis:Faza

Assalamualaikum Wr. Wb Harakah Islamiyah. Saya mau bertanya tentang kebiasaan mandi bareng yang dilakukan sepasang suami istri. Bagaimana Islam menyikapi hal itu?

Waalaikumsalam...

Dalam Islam dan fikih, sepasang suami istri halal melakukan apa saja; berhubungan badan, bersentuhan, berpelukan dan kegiatan lain yang biasa dilakukan oleh sepasang manusia yang berlawanan jenis. Hal itu adalah sesuatu yang fitrah, alamiah dan merupakan sunnatullah. Di luar perkawinan, hal itu dihukumi haram oleh Islam. Sebaliknya, setelah akad nikah dilangsungkan, seluruhnya seketika menjadi halal dilakukan.

Hal-hal semacam itu seringkali juga menjadi alat perekat yang bisa menimbulkan serta melahirkan keharmonisan dalam keluarga. Sikap romantis yang ditunjukkan suami kepada istrinya dan kegiatan lain yang mampu membangun rasa cinta dan kasih sayang sangat dianjurkan dalam Islam, termasuk mandi bareng. Dalam sebuah riwayat, Nabi Muhammad SAW juga sering mandi bareng dengan istrinya, Sayyidah Aisyah. Ini terlihat sebagaimana riwayat yang disampaikan langsung oleh Aisyah berikut ini;

حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ مِنْ قَدَحٍ يُقَالُ لَهُ الْفَرَقُ - رواه البخاري

Aisyah berkata, "Aku pernah mandi bersama Nabi dalam satu ember yang terbuat dari tembikar, yang biasa disebut Al Faraq." [H.R. al-Bukhari]

Apa yang diceritakan oleh Aisyah merupakan bukti bahwa Nabi Muhammad SAW juga memainkan perannya sebagai suami dan kepala keluarga yang bertugas untuk menjaga keharmonisan dalam berumah tangga. Mandi bersama istri adalah salah satu medianya. Jadi bagi kalian yang sudah menikah, jangan ragu untuk menyusun agenda mandi bareng pasangan kalian. Dan bagi kalian yang masih jomblo, lekas cari pasangan dan menikah agar bisa melaksanakan salah satu sunnah kenabian yang menyenangkan ini.