Kenapa Dinamakan Tarwiyyah dan Arafah?


Dzulhijjah termasuk salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam selain Ramadhan. Dzulhijjah dimuliakan karena di dalamnya terdapat banyak keutamaan. Pada bulan itu umat Islam melakukan ibadah haji, shalat idul adha, dan qurban. Tidak hanya itu, sepuluh pertama di bulan Dzulhijjah dianjurkan untuk puasa, terutama tanggal delapan dan sembilan Dzulhijjah.

Tanggal delapan Dzulhijjah ini disebut dengan hari tarwiyyah dan sembilan Dzulhijah disebut hari Arafah. Ada dua pendapat terkait mengapa delapan Dzulhijjah disebut tarwiyyah dan sembilan Dzulhijjah disebut arafah. Kedua pendapat itu sebagai berikut:

Pendapat pertama, tanggal delapan disebut tarwiyyah karena pada hari itu jamaah haji keluar dari Mekah menuju Mina dan mereka mempersiapkan air zamzam sebagai bekal wukuf di Arafah nanti dan meminumnya saat di perjalanan.

Pendapat kedua, tanggal delapan disebut tarwiyyah karena pada malam harinya Nabi Ibrahim mimpi dan diperintahkan untuk menyembelih puteranya. Akan tetapi Nabi Ibrahim masih bimbang dan ragu, apakah perintah tersebut berasal dari Allah SWT atau dari setan. Pada tanggal sembilan, Nabi Ibrahim mendapat petunjuk sehingga dia mengetahui (‘arafa) perintah itu berasal dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dengan demikian, ulama beda pendapat terkait penamaan ini karena memang makna tarwiyyah ada banyak secara kebahasaan. Tarwiyyah bisa berati menyimpan air/ meminum air atau berpikir/bimbang/ragu.[]