Karena Keluarga adalah yang Utama!


Beberapa waktu yang lalu, kita semua mendapatkan musibah dengan meledaknya bom di beberapa lokasi di Indonesia yang terjadi hampir bersamaan. Salah satu di antaranya adalah bom yang meledak di pos polisi di Surabaya. Mirisnya, dalam investigasi yang sudah dilakukan dan diinformasikan, pelakunya adalah seorang laki-laki beserta istri dan anak-anaknya. Satu keluarga yang tiba-tiba hancur karena pemahaman yang salah seorang suami dalam memaknai tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga kepada istri dan anak-anaknya.

Keluarga adalah hal nomer satu yang harus diperhatikan, dijaga dan dirawat oleh seseorang. Memiliki keluarga adalah sebuah anugerah yang sangat besar, yang diberikan Allah kepada seseorang. Anda bisa punya uang yang banyak, tapi nanti ia akan habis. Anda boleh memiliki jabatan yang tinggi, toh nanti ia juga akan sirna. Tapi keluarga, kapanpun, di manapun, dalam kondisi apapun akan terus mensuport dan ada buat anda. Maka benar jika dikatakan kalau keluarga adalah harta yang paling berharga.

Islam juga mendorong umatnya untuk memperhatikan keluarganya terlebih dahulu. Dan ini yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad. Dalam sebuah hadis yang tercantum dalam Sunan Ibn Majah, Nabi Muhammad SAW bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم خيركم خيركم لأهله . وأنا خيركم لأهلي

Sebaik-baiknya kamu (umat Islam), kata Nabi, adalah orang yang memperlakukan keluarganya dengan baik. Sedangkan aku adalah paling baiknya orang terhadap keluargaku.”

Banyak sekali tanggung jawab dan kebutuhan yang harus disediakan oleh seorang suami untuk keluarganya. Bukan hanya soal sandang, pangan dan papan. Tapi juga bagaimana menciptakan keluarga yang shalih, memiliki wawasan keislaman yang teduh dan ilmu pengetahuan lainnya. Karena itu, wajib hukumnya orang tua mengajari dan menyekolahkan anak-anaknya.

Dari lingkungan kecil bernama keluarga itulah seseorang mampu memulai perubahan menuju ruang yang lebih luas. Ketika seorang suami berhasil menciptakan kehidupan keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang, maka dia juga akan mampu menciptakan nuansa yang sama dalam kehidupan masyarakat di sekitarnya. Kehidupan berumah tangga memiliki dampak yang sangat besar dalam menciptakan kultur masyarakat yang baik.[]