Inilah Tiga Unsur Niat Shalat Fardhu yang Wajib Terpenuhi

Selasa, 1 Januari 2019 konsultasi | 1713 klik
Juriyanto Teks:Juriyanto
Vanny Rosa Grafis:Vanny Rosa

Salam, admin Harakah. Mau tanya soal niat shalat. Yang saya tahu niat itu wajib saat akan menjalankan shalat. Bagaimana niat yang benar dan apa saja yang harus dipenuhi atau diperhatikan saat kita melakukan niat untuk shalat? Terimakasih.

(Icha)

Pada saat kita melakukan shalat fardhu, kita wajib melakukan niat di dalam hati saat takbiratul ihram. Shalat fardhu dihukumi tidak sah tanpa melakukan niat. Hal ini karena niat merupakan salah satu bagian rukun shalat fardhu yang wajib dilakukan.

Selain itu, ada tiga unsur yang perlu diperhatikan saat kita melakukan niat dalam shalat fardhu. Jika tiga unsur ini terpenuhi, maka niat shalat fardhu yang kita lakukan dinilai cukup dan sah. Sebaliknya, jika tiga unsur ini tidak terpenuhi, maka niat shalat fardhu tersebut dinilai tidak cukup dan tidak sah. Jika niatnya tidak sah, maka secara otomatis shalat fardhu secara keseluruhan juga dinilai tidak sah.

Tiga unsur niat shalat fardhu ini disebutkan oleh Syaikh Salim al-Hadhrami dalam kitab Safinatun Najah berikut;

النية ثلاث درجات : ان كانت الصلاة فرضا، وجب قصد الفعل، والتعيين، والفرضية.

“Niat itu mempunyai tiga tingkatan. Jika shalat yang dikerjakan adalah shalat fardhu, maka harus menyengaja melaksanakan shalat, ta’yin atau menentukan shalat fardhu yang sedang dilaksanakan, dan fardhiyah atau mengucapkan kefardhuan.”

Pertama, menyengaja melaksanakan shalat (qosdul fi’li). Karena itu, orang yang shalat fardhu harus mengucapkan اُصَلِّىْ (saya shalat) ketika melakukan niat dalam hati saat takbiratul ihram. Ini untuk menegaskan bahwa dia hanya menyengaja melaksanakan shalat, bukan melakukan yang lain.

Kedua, ta’yin atau menentukan shalat fardhu yang sedang dilaksanakan. Misalnya, Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya’ atau Shubuh. Jika orang yang shalat fardhu tidak menentukan jenis shalat fardhu yang sedang dilaksanakan, maka niatnya tidak sah.

Ketiga, mengucapkan kefardhuan. Agar  orang yang shalat fardhu benar-benar menyengaja melaksanakan shalat fardhu, maka dia harus mengucapkan kalimat fardhu الفرض))  pada saat niat.

Ketiga unsur niat shalat fardhu ini jika semuanya digabungkan, maka akan berbunyi sebagai berikut (contoh shalat Shubuh);

اُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْحِ

Usholli fardhos shubhi

“Saya shalat fardhu shubuh.”

Selain tiga unsur di atas, maka hukumnya sunnah diucapkan ketika melakukan niat shalat fardhu, seperti menyebutkan jumlah rakaat, menghadap kiblat, dan lainnya. (Muhammad Juriyanto)