Inilah 10 Syarat Wajib saat Membaca Al-Fatihah dalam Shalat

Rabu, 12 Desember 2018 konsultasi | 1270 klik
Juriyanto Teks:Juriyanto
Faza Grafis:Faza

Assalamualaikum Ustadz, saya mau tanya soal syarat apa saja yang harus dipenuhi ketika membaca surat al-Fatihah?

Waalaikumsalam…

Membaca surah al-Fatihah termasuk bagian dari rukun shalat. Tanpa membaca surah al-Fatihah, salat dihukumi tidak sah, baik shalat fardhu maupun shalat sunah. Selain itu, saat membaca surah al-Fatihah, kita harus membacanya dengan benar dan baik dengan memenuhi syarat wajibnya.

Disebutkan dalam kitab I’anatut Thalibin, bahwa ada 10 syarat wajib yang harus dipenuhi saat membaca surah al-Fatihah. Berikut 10 syarat wajib tersebut;

Pertama, membaca semua ayat dalam surat al-Fatihah. Tidak boleh ada satu ayat pun dari surah al-Fatihah yang tidak dibaca.

Kedua, dibaca saat posisi berdiri sudah sempurna bagi orang yang wajib shalat berdiri. Jika dibaca pada saat berdiri namun posisi berdirinya tidak sempurna, maka bacaan al-Fatihahnya tidak sah. Misalnya, saat pertengahan bangun dari tasyahud sudah mulai membaca al-Fatihah. Maka yang demikian bacaan al-Fatihahnya tidak sah, karena dibaca pada saat posisi berdiri belum sempurna.

Ketiga, membaca al-Fatihah karena niat membaca al-Fatihah, bukan karena niat lain. Misalnya, membaca al-Fatihah dengan maksud untuk mengusir kucing, maka yang seperti ini tidak sah.

Keempat, semua bacaan ayat al-Fatihah harus didengar oleh diri sendiri atau orang yang sedang salat. Jika ada satu ayat atau satu huruf yang tidak didengar oleh diri sendiri, maka bacaan al-Fatihahnya tidak sah.

Kelima, harus berbahasa Arab dan tidak boleh diganti dengan bahasa selain Arab.

Keenam, menjaga semua tasydid dalam surah al-Fatihah. Mengurangi tasydid bisa menjadikan bacaan al-Fatihah tidak sah.

Ketujuh, menjaga semua huruf-huruf al-Fatihah. Mengurangi huruf atau mengganti suatu huruf dengan huruf lain bisa menjadikan bacaan al-Fatihah tidak sah dan salat menjadi batal.

Kedelapan, tidak ada kesalahan bacaan yang dapat merusak makna.

Kesembilan, muwalah atau tidak lama berhenti dari ayat satu ke ayat berikutnya. Jika berhenti terlalu lama antara ayat satu dengan ayat berikutnya, maka bacaan al-Fatihahnya tidak sah.

Kesepuluh, tertib atau sesuai urutan ayat yang sudah tertulis dalam mushaf. (Moh. Juriyanto)