Hukum Ziarah Kubur Bagi Perempuan Haid

Jumat, 7 Desember 2018 konsultasi | 2935 klik
Juriyanto Teks:Juriyanto
Faza Grafis:Faza

Salam, admin Harakah yang budiman. Saya pernah mendengar dari teman bahwa perempuan yang sedang haid tidak boleh melakukan ziarah kubur. Benarkah demikian? Mohon penjelasannya. Terima kasih.

Ziarah kubur termasuk amalan ibadah yang disyariatkan dalam Islam. Dengan melakukan ziarah kubur, diharapkan agar kita bisa mempersiapkan bekal kehidupan akhirat. Karena tujuan ini, maka ziarah kubur dianjurkan tidak hanya untuk laki-laki saja, tapi juga kepada perempuan. Bahkan Sayidah Aisyah biasa melakukan ziarah kubur ke makan saudaranya, Abdurrahman bin Abi Bakar.

Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Hakim dari Abdullah bin Abi Malikah, dia berkisah;

أَنَّ عَائِشَةَ أَقْبَلَتْ ذَاتَ يَوْمٍ مِنَ الْمَقَابِرِ فَقُلْتُ لَهَا: يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ، مِنْ أَيْنَ أَقْبَلْتِ؟ قَالَتْ: مِنْ قَبْرِ أَخِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ، فَقُلْتُ لَهَا: أَلَيْسَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ؟ قَالَتْ: نَعَمْ، كَانَ قَدْ نَهَى، ثُمَّ أُمِرَ بِزِيَارَتِهَا

“Suatu hari Aisyah datang dari kuburan. Lalu aku (Abdullah bin Abi Malikah) bertanya, ‘Wahai Ummul Mukmunin, anda dari mana?.’ Dia menjawab, ‘Dari kuburan saudaraku, Abdurrahman bin Abu Bakar.’ Aku bertanya lagi padanya, ‘Bukannya Nabi Saw telah melarang ziarah kubur?.’ Dia menjawab, ‘Benar, beliau memang dulu melarangnya kemudian beliau memerintahkannya.’”

Berdasarkan hadis ini, ziarah kubur bagi perempuan hukumnya boleh, bahkan ketika dia sedang haid sekalipun. Perempuan haid tetap boleh melakukan ziarah kubur. Hal ini karena ziarah kubur tidak termasuk bagian perkara yang haram dikerjakan oleh perempuan haid.

Dalam kitab Safinatun Najah disebutkan, ada sepuluh perkara yang haram bagi perempuan haid, yaitu salat, thawaf, menyentuh mushaf, membawa mushaf, berdian di dalam masjid, membaca Alquran, puasa, thalaq, lewat di dalam masjid jika khawatir mengotori masjid dengan darahnya dan bercumbu pada bagian antara pusar dan lutut. Dari sepuluh perkara ini, terlihat jelas bahwa ziarah kubur tidak termasuk perkara yang dilarang dan diharamkan bagi perempuan haid.

Hanya saja, jika perempuan haid melakukan ziarah kubur, maka harus menghindari melakukan sepuluh perkara yang diharamkan di atas. Misalnya, saat ziarah dia tidak boleh membaca Yasin dan berdiam di masjid. Adapun jika hanya berdoa, membaca zikir dan tahlil, maka boleh dilakukan bagi perempuan haid saat ziarah kubur. (Jurianto)