Hukum Non Muslim Masuk Masjid

Rabu, 26 Desember 2018 konsultasi | 396 klik
Juriyanto Teks:Juriyanto
Faza Grafis:Faza

Salam, admin Harakah yang budiman. Saat ini sudah sering dijumpai tokoh non muslim masuk masjid dan kadang memberikan ceramah di dalamnya. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana hukum non muslim masuk masuk masjid? Mohon penjelasannya. Terima kasih.

Di dalam kitab Alfiqhul Islami wa Adillatuhu, Syaikh Wahbah Al-Zuhaili (w. 2015) sudah menjelaskan terkait hukum non muslim masuk masjid dengan mengutip beberapa pendapat ulama. Ada tiga pendapat ulama terkait hukum non muslim masuk masjid, sebagaimana berikut;

Pertama, menurut ulama Malikiyah, hukum non muslim masuk masjid adalah makruh dan harus dicegah kecuali dalam keadaan darurat. Misalnya, bekerja memperbaiki masjid karena lebih ahli dibanding orang-orang Muslim.

وقال المالكية; يمنع دخول الكافر المسجد وإن أذن له مسلم إلا لضرورة عمل، ومنها قلة أجرته عن المسلم في عمل ما، وإتقانه العمل على الظاهر

“Ulama Malikiyah berkata, ‘Non-Muslim harus dicegah masuk masjid meskipun mendapat izin dari orang Muslim kecuali karena darurat pekerjaan, di antaranya karena ongkos kerjanya dibanding orang Muslim dan lebih profesional dalam bekerja.”

Kedua, menurut Imam Abu Hanifah dan ulama Hanafiyah, non muslim boleh masuk masjid, baik Masjidil Haram maupun masjid pada umumnya.

وأجاز أبو حنيفة لكافر دخول كل مسجد

“Abu Hanifah menyatakan bahwa non-Muslim boleh masuk semua masjid.”

Ketiga, menurut ulama Syafiiyah dan Hanabilah, non muslim boleh masuk masjid selain Masjidil Haram dengan syarat mendapat persetujuan dari kaum Muslim setempat. Adapun Masjidil Haram, maka non muslim haram memasukinya dan harus dicegah bila diketahui ada non muslim ingin memasukinya.

ويجوز عند الشافعية للكافر دخول المسجد غير المسجد الحرام وحرم مكة، وله أن يبيت فيه، ولو كان جنباً في الأصح، ولكن بإذن المسلمين.

“Ulama Syafiiyah juga membolehkan non-Muslim masuk masjid kecuali memasuki Masjidil Haram dan tanah haram Mekah. Boleh bagi non-Muslim menginap di dalam masjid meskipun dalam keadaan junub menurut pendapat yang paling sahih selama mendapat persetujuan dari kaum Muslim.”

Demikian pendapat ulama terkait hukum memasuki masjid bagi non muslim. Semoga bermanfaat. (Muhammad Juriyanto)