Hukum Menyambung Rambut

Rabu, 7 November 2018 konsultasi | 860 klik
Mujiburrahman Teks:Mujiburrahman
Faza Grafis:Faza

Salam. Admin, saya mau bertanya tentang hukum menyambung rambut. Apakah dibolehkan oleh agama? Terima kasih.

Salah satu tren yang marak di kalangan wanita ialah menyambung rambut. Ini dilakukan agar rambutnya terlihat panjang sehingga terlihat lebih cantik, karena wanita yang cantik identik dengan rambut yang panjang. Terkait hal ini, Nabi SAW bersabda,     

 

لَعَنَ اللَّهُ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ

Allah SWT melaknat orang yang menyambung rambut dan orang yang meminta disambung rambut. (HR. Muslim).

Menurut al-Nawawi dalam kitab Syarah Shahih Muslim, hadis ini menegaskan tentang keharaman menyambung rambut, bahkan melaknat orang yang menyambung rambut dan orang yang meminta disambung rambut. Namun menurutnya, sebagian ulama merinci tentang hukum menyambung rambut yakni, apabila seorang wanita menyambung rambutnya dengan rambut manusia, maka haram hukumnya, baik itu dari rambut laki-laki maupun rambut perempuan, baik itu rambut mahramnya, suaminya, ataupun selain keduanya.  

Pendapat lain mengatakan bahwa, apabila seorang wanita menyambung rambutnya dengan selain rambut manusia, maka hal ini pun dirinci lagi hukumnya. Jika yang digunakan adalah rambut yang najis, semisal rambut yang berasal dari bangkai hewan, atau rambut yang berasal dari hewan yang haram untuk dimakan, maka ini pun haram hukumnya karena yang bersangkutan dapat membawa sesuatu yang najis dalam shalatnya. Adapun rambut yang suci (yang bukan berasal dari rambut manusia), apabila tanpa seizin suami, maka haram hukumnya. Akan tetapi, apabila atas izin suami, maka para ulama juga masih berbeda pendapat. Sebagian dari mereka ada yang tetap mengharamkan, dan ada pula yang membolehkan.   

Demikianlah penjelasan singkat tentang hukum menyambung rambut. (Mujiburrahman)