Hukum Menoleh Ketika Shalat

Kamis, 13 Desember 2018 konsultasi | 378 klik
Mujiburrahman Teks:Mujiburrahman
Faza Grafis:Faza

Salam. Admin Harakah yang baik, saya ingin bertanya. Suatu ketika saya pernah menoleh di tengah-tengah shalat karena alasan tertentu. Apakah hal itu membatalkan shalat? 

Syekh Abu Bakar Syatha al-Dimyati dalam kitab I’anatut Thalibin menjelaskan hukum menoleh ketika shalat.

Pertama, menoleh ketika shalat hukumnya makruh jika tidak ada keperluan. Dalam hal ini, ia mengutip hadis Nabi SAW.

عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الِالْتِفَاتِ فِي الصَّلاَةِ؟ فَقَالَ: «هُوَ اخْتِلاَسٌ يَخْتَلِسُهُ الشَّيْطَانُ مِنْ صَلاَةِ العَبْدِ

Dari Aisyah berkata: Aku pernah bertanya kepada Nabi tentang menoleh dalam shalat. Beliau menjawab: Itu adalah tipuan. Setan menipu shalatnya seorang hamba. (HR. Al-Bukhari).

Kedua, dibolehkan menoleh ketika shalat jika ada keperluan. Dalam hal ini, ia mengacu pada hadis dari Sahl bin Handzalah,

وذلك لانه - صلى الله عليه وسلم - كان في سفر فأرسل فارسا في الشعب من أجل الحرس، فجعل يصلي وهو يلتفت إلى الشعب

Bahwa Nabi SAW dalam sebuah perjalanan. Ia mengutus penunggang kuda untuk berjaga-jaga di sebuah lembah. Lalu beliau shalat dan menoleh ke arah lembah tersebut. (HR. Abu Daud).   

Ketiga, jika menolehnya sampai merubah posisi dada dari arah kiblat, maka shalatnya batal. Begitu pula orang yang sengaja menoleh dengan tujuan main-main.

Demikianlah penjelasan Syekh Abu Bakar Syatha al-Dimyathi tentang hukum menoleh ketika shalat. Semoga bermanfaat. (Mujiburrahman).