Hukum Mengucapkan “Saya Mukmin, Insyaallah…”

Jumat, 22 Februari 2019 konsultasi | 385 klik
Ida Mahmudah Teks:Ida Mahmudah
Faza Grafis:Faza

Assalamualaikum, saya pernah mendengar katanya mengucapkan “saya mukmin insyaallah” haram dan tidak diperbolehkan. Kalau boleh tahu, mengapa hal itu tidak diperbolehkan? Makasih…

Waalaikumsalam…

Mengenai apakah boleh bagi seseorang mengatakan “Saya Mukmin, Insyaallah…”, para ulama berselisih pendapat. Menurut Ulama Asya’irah (madzhab teologi Imam Asy’ari) hal itu boleh-boleh saja. Namun, menurut Ulama Maturidiyah, mengucapkan hal itu tidak diperbolehkan.

Dalam kitab Kifayatul Awam, pokok utama terjadinya perbedaan pendapat dan perselisihan terkait masalah tersebut terletak pada persoalan niat di balik pelafalannya;

  1. Kelompok pertama memahaminya sebagai ucapan yang berorientasi kepada akhirat.
  2. Sedangkan kelompok yang kedua memahaminya sebagai ucapan yang berorientasi kepada kehidupan sekarang, di dunia.

Kesimpulan umumnya, mengucapkan “Saya Mukmin, Insyaallah…” boleh dengan syarat seseorang mengatakannya karena ia memandang statusnya kelak di akhirat. Sebaliknya, seseorang tidak boleh mengucapkan hal itu jika ia mengatakannya dalam konteks kehidupan dan keadaannya yang sekarang. Sebagian ulama juga berpendapat bahwa ucapan “Saya Mukmin, Insyaallah…” dibolehkan dalam Madzhab Syafi’i dan dilarang dalam Madzhab Maliki dan Hanafi.

Jadi kesimpulannya, kebolehan pengucapan “Saya Mukmin, Insyaallah…” tergantung pada niat dan orientasi si pengucap. Jika orientasinya akhirat, maka diperbolehkan. Manusia memang tidak tahu nasib dan statusnya kelak di akhirat. Semuanya adalah urusan Allah SWT. Jadi memang sudah selayaknya mengucapkan “insyallah” bagi sesuatu yang hanya diketahui oleh Allah SWT.

Namun jika orientasinya dunia dan kehidupannya kini, seorang mukmin tidak boleh mengucapkan “Saya Mukmin, Insyaallah…”, karena hal itu menunjukkan keragu-raguannya atas keyakinan dan aqidah yang dimilikinya. Sudah sepatutnya seorang mukmin yakin betul dengan akidah yang dipegangnya kini. (Ida Mahmudah)