Hukum Mengiring Jenazah dengan Suara Keras


Salam, admin harakah yang terhormat, bagaimana hukumnya dzikir dengan suara keras saat mengiri jenazah?

Setiap orang pasti menemui kematian. Suka atau tidak suka setiap makhluk pasti akan mati. Kewajiban muslim terhadap orang yang meninggal adalah mengurusi jenazah mereka, mulai dari memandikan sampai menguburkan.

Dalam sebuah riwayat disebutkan orang yang membantu pengurusan jenazah dari awal sampai akhir, maksudnya dari memandikan sampai menguburkan akan mendapatkan pahala dua qirath. Rasulullah mengatakan, “Dua Qirath itu seukuran dua gunung yang besar”.

Pada saat mengantarkan jenazah ke kuburan dianjurkan jalan kaki. Dianjurkan bersama-sama jalan kaki sambil mengiri keranda jenazah. Pada saat membawa atau mengiri keranda jenazah disunnahkan untuk diam dan tidak mengeraskan suara.

Sebagian ulama membolehkan dzikir dengan suara keras yang bertujuan agar orang-orang tidak mengobrol dan membicarakan hal-hal yang tidak perlu. Memang yang diutamakan saat mengiri jenazah tersebut adalah diam dan memikirkan kematian.

Tapi meskipun demikian, dibolehkan juga dzikir dengan suara keras dengan niat agar orang-orang tidak mengobrol.