Hukum Membakar Bendera yang Bertuliskan Kalimat Tauhid

Senin, 22 Oktober 2018 konsultasi | 1731 klik
Juriyanto Teks:Juriyanto

Salam, admin Harakah yang budiman. sedang marak di sosial media soal pembakaran bendera yang di dalamnya terdapat kalimat tauhid. Banyak orang yang menuduh hal itu adalah penghinaan terhadap Islam. Tetapi pihak yang dituduh membantah bahwa justru pembakaran itu adalah untuk menjaga kemuliaan kalimat tauhid agar tidak direndahkan karena terinjak dan sejenisnya. Yang ingin saya tanyakan, bolehkah membakar bendera semacam itu dengan tujuan menjaga kemuliaannya? Terima kasih. Wassalamualaikum. Hamba Allah.

Membakar benda yang bertuliskan kalimat tauhid dengan tujuan menjaga kehormatan dan kemulian kalimat tersebut hukumnya boleh, bahkan bisa wajib. Tidak ada larangan dalam syariat untuk membakar benda seperti bendera yang bertuliskan kalimat tauhid jika dilakukan untuk menjaga kehormatan kalimat tersebut. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Imam Al-Dasuqi Al-Maliki dalam kitab Hasyiyah Al-Dasuqi ‘ala Al-Syarhi Al-Kabir berikut;

وَحَرْقُ مَا ذُكِرَ اي الاَوْرَاقِ اْلمُشْتَمِلَةِ عَلَى شَيْئٍ مِنَ اْلقُرْأَنِ أَوْ اَسْمَاءِ اللهِ اْلحُسْنَى أَوْ أَسْمَاءِ اْلأَنْبِيَاءِ أَوْ نَحْوِ ذَلِكَ مِمَّا اَمَرَ الشَّرْعُ بِتَقْدِيْسِهِ وَتَنْزِيْهِهِ..اِنْ كَانَ عَلَى وَجْهِ صِيَانَتِهِ فَلاَ ضَرَرَ بَلْ رُبَّمَا وَجَبَ

“Membakar benda tersebut, yaitu kertas (atau benda) yang berisi kandungan Al-Quran, asmaul husna (nama-nama Allah), asma para nabi atau lainnya yang diperintah oleh syariat untuk menyucikannya.. jika bertujuan menjaganya maka tidak masalah, bahkan kadang bisa wajib.”

Tindakan membakar benda yang berisi Al-Quran atau nama Allah pernah dilakukan oleh Sayidina Usman, Urwah bin Zubair dan Imam Thawus. Mereka melakukan hal tersebut untuk menjaga kehormatan Al-Quran dan nama Allah dan sahabat dan ulama yang lain tidak ada yang menentangnya.

Bahkan kebanyakan ulama salaf sepakat tentang kebolehan membakar benda yang bertuliskan nama Allah jika bertujuan menjaga kemuliannya. Secara umum, mereka menawarkan dua tindakan. Pertama, kalimat tersebut dihapus dengan air atau lainnya. Kedua, dibakar dengan api.

Syaikh Zakaria Al-Anshari dalam kitab Asnal Mathalib mengatakan, untuk menjaga kemulian nama Allah yang ditulis pada suatu benda dari kemungkinan disepelekan, sebaiknya benda tersebut dibakar dengan api. Tindakan membakar ini lebih utama dibanding menghapusnya dengan air karena sangat dikhawatirkan air tersebut jatuh ke tanah. (Jurianto)