Hukum Duduk dengan Non Muslim di Kursi Bus Way

Selasa, 25 Desember 2018 konsultasi | 222 klik
Juriyanto Teks:Juriyanto
Faza Grafis:Faza

Salam, admin Harakah yang budiman. Saya ingin bertanya tentang hukum duduk satu bangku dengan non muslim di dalam Bus Way atau tempat lainnya. Apakah dilarang di dalam Islam karena alasan beda agama? Mohon penjelasannya. Terima kasih.

Duduk bareng dengan non muslim di kursi Bus Way atau tempat yang lain hukumnya boleh. Dalam Islam tidak ada larangan untuk berteman dengan non muslim, jalan bersama, duduk bersama atau makan bersama. Bahkan Nabi Saw sendiri memiliki pembantu non muslim yang setiap hari berinteraksi dengan beliau untuk melayani kebutuhannya. Saat pembantu tersebut sakit, beliau menjenguknya dan duduk di sebelahnya untuk menemaninya.

Disebutkan dalam hadis yang bersumber dari Anas bin Malik, dia berkisah;

أَنَّ غُلَامًا مِنَ اليَهُودِ كَانَ يَخدُمُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ فَمَرِضَ ، فَأَتَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ يَعُودُهُ ، فَقَعَدَ عِندَ رَأسِهِ ، فَقَالَ : أَسلِم . فَنَظَرَ إِلَى أَبِيهِ وَهُوَ عِندَ رَأسِهِ ، فَقَالَ لَه : أَطِع أَبَا القَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ . فَأَسلَمَ ، فَخَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُولُ : الحَمدُ لِلَّهِ الذِي أَنقَذَهُ مِنَ النَّارِ

“Sesungguhnya ada pemuda Yahudi yang melayani Nabi Saw. Suatu hari dia sakit dan Nabi Saw datang menjenguknya, dan beliau duduk di sebelah kepalanya. Nabi Saw berkata, ‘Hendaklah kamu masuk Islam.’ Pemuda tersebut melihat pada bapaknya yang duduk di sebelah kepalanya. Kemudian bapaknya berkata pada pemuda (anaknya) tersebut, ‘Ikutilah Abul Qasim, Nabi Saw.’ Kemudian pemuda tersebut masuk Islam dan Nabi Saw setelah itu keluar seraya berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari api neraka.’” (HR. Bukhari).

Suatu hari, Nabi Saw juga kedatangan tamu dari kaum Nasrani Najran. Beliau menemui mereka di dalam masjid. Bahkan beliau membiarkan mereka beribadah di dalam masjid dan melarang sahabat agar tidak mengganggu mereka. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam kitab Al-Bidayah berikut;

أَنَّ نَصَارَى نَجْرَانَ وَفَدُوْا إِلَى النَّبِيْ - صلى الله عليه وسلم -، وَدَخَلُوْا اْلمَسْجِدَ وَعَلَيْهِمْ ثِيَابٌ حِسَانٌ، وَقَدْ حَانَتْ صَلاَةُ اْلعَصْرِ، فَقَامُوْا يُصَلُّوْنَ إِلَى اْلمَشْرِقِ، فَقَالَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - لِأَصْحَابِهِ: دَعُوْهُمْ

“Sesungguhnya kaum Nasrani Najran berkunjung menemui Nabi Saw dan mereka masuk ke dalam masjid dengan menggunakan pakaian yang bagus. Saat itu, shalat Ashar sudah hampir tiba, kemudian mereka berdiri melaksanakan shalat dengan menghadap ke arah timur. Nabi Saw berkata pada para sahabatnya, ‘Biarkan mereka.’”