Hukum Berhubungan Seks dengan Boneka

Jumat, 23 November 2018 konsultasi | 6288 klik
Hilmy Firdausy Teks:Hilmy Firdausy
Faza Grafis:Faza

Assalamualaikum. Afwan mau tanya, apa hukumnya berhubungan seks dengan boneka atau robot? Apakah sama dengan zina?

Waalaikumsalam…

Dalam pengertian umum, zina adalah praktek berhubungan seksual di luar nikah. Dalam pengertian yang lebih spesifik, sebuah prilaku dikatakan zina ketika seorang laki-laki memasukkan kemaluannya ke dalam farji seorang perempuan. Para ulama juga memasukkan praktek liwath, yaitu hubungan seksual antara laki-laki dan laki-laki lainnya sama seperti zina. Lalu apakah berhubungan seksual dengan boneka dikatakan zina?

Mengacu pada definisi zina itu sendiri, berhubungan dengan boneka, karena ia benda, tidak tergolong perbuatan zina. Ia lebih kepada praktek istimta’, istimna’ atau yang kita kenal dengan onani. Definisi onani sendiri adalah, “bersenang-senang dengan tangannya sendiri, tangan orang lain atau menggunakan benda pendukung lainnya.” Boneka, dalam konteks ini, dianggap sebagai alat atau media untuk melakukan onani.

Lalu apa hukum onani?

Syeikh Abu Bakar Syatha dalam kitabnya I’anatut Thalibin berkata:

لايجوز الإستمناء بيده، أي ولا بيد غيره غير حليلته

“Tidak boleh hukumnya melakukan onani dengan tangannya sendiri, atau tangan orang lain selain pasangannya (suami atau istrinya)”

 

Meskipun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait hukum onani, namun secara umum onani dihukumi sebagai perbuatan makruh dan berdosa kecil. Onani menurut para ulama, ketika dilakukan berkali-kali dan sering, akan merusak dan mengotori hati seseorang. Onani juga mampu mengeraskan hati dan menumpulkan kekuatan berpikir.

Jika berhubungan seksual dengan boneka disamakan dengan praktek onani, maka hukumnya adalah makruh.