Disunnahkan Melakukan Amalan Ini Saat Wukuf di Arafah


Salam, admin harakah yang terhormat, apa saja yang disunnahkan bagi jamaah haji saat wukuf di arafah?

Bagi orang yang tidak melakukan ibadah haji, pada tanggal sembilan Dzulhijah dianjurkan untuk puasa. Sementara bagi jamaah haji dianjurkan untuk tidak puasa pada tanggal sembilan tersebut, karena melakukan wukuf di Arafah.

Wukuf di Arafah salah satu perihal yang mesti dipenuhi dalam ibadah haji. Kalau tidak dilakukan, ibadah hajinya bisa batal. Rasulullah mengatakan:

الْحَجُّ عَرَفَةُ ، فَمَنْ أَدْرَكَ لَيْلَةَ عَرَفَةَ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ مِنْ لَيْلَةِ جَمْعٍ فَقَدْ تَمَّ حَجُّه

“Haji itu Arafah, Barangsiapa mendapatkan malam pada hari Arafah sebelum terbit fajar dari malam Muzdalifah, maka sungguh hajinya telah sempurna.” (HR. Tirmizi)

Syeikh al-Nawawi dalam Nihayatul Zein menjelaskan, pada hari Arafah jamaah haji dianjurkan dalam kondisi suci, memperbanyak doa, dzikir, dan talbiyah. Karena pada hari itu adalah waktu terbaik untuk berdoa. Rasulullah berkata, “Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah”. (HR: Malik).

Di antara bacaan yang disunnahkan diperbanyak pada hari itu adalah:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ

Lâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîkalah. Lahul mulku walahul hamdu wa hua alâ kulli syai’in qadîr.

Artinya, “Tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia memiliki kekuasaan dan berhak atas setiap pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Melafalkan bacaan ini dianjurkan sebanyak-banyaknya, bahkan sebagian ulama mengatakan, kalau mampu membacanya  seratus ribu kali maka lakukanlah.[]