Diperban Karena Luka, Bagaimana Cara Wudlunya?


Assalamualaikum. Seorang kerabat mengalami kecelakaan lalu lintas. Ia mengalami perdarahan yang mesti diperban, di bagian kaki dan tangan. Bagaimana cara dia untuk berwudhu sebelum shalat? Terima kasih.  

 

Ketika tertimpa kecelakaan atau penyakit, sebagai muslim hal yang membuat kita berpikir, seperti: “Bagaimana ya semisal saya sakit yang tidak boleh terkena air, sehingga menimbulkan halangan untuk wudlu?”. Beberapa perawatan dan pengobatan oleh tenaga kesehatan ada yang disarankan agar luka tersebut tetap kering. Bagaimana cara wudhunya?

Jalan keluar bagi yang memiliki udzur untuk melakukan wudlu karena anggota wudhu yang diperban, dijelaskan dalam kitab Fathul Qarib al Mujib, syarah kitab Taqrib karangan Syekh Abu Syuja’. Anggota wajib dalam wudhu meliputi wajah, tangan sampai siku, sebagian kepala, dan kedua kaki sampai mata kaki.

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan saat berwudlu bagi shahibul jabaair atau orang-orang yang diperban:

  1. Bagian anggota wudlu yang masih sehat, dibasuh terlebih dahulu dengan cara wudlu umumnya. Jika perban tidak menutupi seluruh bagian yang wajib dibasuh, maka bagian yang terbuka sebisa mungkin dibasuh terlebih dahulu.
  2. Mengusap di atas bagian anggota wudhu yang diperban dengan air. Mengusapnya tidak perlu sampai terlalu basah, cukup sekedarnya saja. Jika luka tersebut tidak diperban, maka tidak perlu diusap.
  3. Melakukan tayamum, sebagai ganti wudlu yang basuhannya tidak sempurna pada anggota yang diperban. Tayamum yang dilakukan sama seperti tayamum biasanya, yaitu dengan debu mengusap wajah dan kedua tangan.

Semisal orang sakit yang diperban ini belum batal wudlunya, tapi sudah masuk waktu shalat fardlu, maka ia cukup melakukan tayamum lagi. Tayamum, menurut mazhab Syafii, mesti diperbarui setiap shalat fardlu. Sedangkan untuk shalat sunnah, maka sekiranya belum batal, ia tetap sah dilakukan tanpa memperbarui tayamum.

Keringanan di atas bisa dilakukan kapan pun. Tata cara di atas bisa dilakukan sampai sekiranya lukanya sembuh dan sudah diperkenankan terkena air lagi. Wallahu a’lam. (Iqbal Syauqi).