Dalil Mengusap Wajah Setelah Berdoa


Assalamualaikum. Ustadz, saya ingin menanyakan landasan atau dalil mengusap wajah setelah kita berdoa. Apakah hal tersebut disyariatkan dalam Islam? Terima kasih. Wassalam.

Waalaikumus salam wr wb.

Mengusap wajah setelah berdoa merupakan salah satu tuntunan Islam. Hal ini didasarkan kepada sejumlah riwayat dari Rasulullah SAW yang mencontohkan amalan tersebut. Berikut adalah keterangan Syekh Al-Shan'ani, penulis kitab Subulus Salam Syarah Bulughul Maram. Al-Shan’ani menulis,

وَعَنْ عُمَرَ – رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ – قَالَ: «كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – إذَا مَدَّ يَدَيْهِ فِي الدُّعَاءِ لَمْ يَرُدَّهُمَا حَتَّى يَمْسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ» . أَخْرَجَهُ التِّرْمِذِيُّ. لَهُ شَوَاهِدُ، مِنْهَا: – حَدِيثُ ابْنِ عَبَّاسٍ عِنْدَ أَبِي دَاوُد، وَغَيْرِهِ، وَمَجْمُوعُهَا يَقْضِي بِأَنَّهُ حَدِيثٌ حَسَنٌ. وَفِيهِ دَلِيلٌ عَلَى مَشْرُوعِيَّةِ مَسْحِ الْوَجْهِ بِالْيَدَيْنِ بَعْدَ الْفَرَاغِ مِنْ الدُّعَاءِ. قِيلَ وَكَأَنَّ الْمُنَاسَبَةَ أَنَّهُ تَعَالَى لَمَّا كَانَ لَا يَرُدُّهُمَا صِفْرًا فَكَأَنَّ الرَّحْمَةَ أَصَابَتْهُمَا فَنَاسَبَ إفَاضَةَ ذَلِكَ عَلَى الْوَجْهِ الَّذِي هُوَ أَشْرَفُ الْأَعْضَاءِ وَأَحَقُّهَا بِالتَّكْرِيمِ.

Dari Umar ra., ia berkata, “Apabila Rasulullah Saw menengadahkan kedua tangannya ketika berdoa, beliau tidak menurunkannya hingga mengusapkan kedua tangannya ke wajahnya. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, ada beberapa hadits lain yang semakna dengannya (Syawahid), diantaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dalam Sunan Abi Daud dan hadits lainnya, yang secara keseluruhannya menyebabkan hadits ini menjadi hadits hasan. Di dalamnya dalil disyariatkannya mengusap wajah dengan kedua tangan setelah berdoa. Ada pendapat yang mengatakan, seakan-akan kesesuaian (antara berdoa dan mengusap wajah), bahwa ketika Allah Swt tidak membiarkan kedua tangan yang berdoa itu dalam keadaan kosong dan hampa, seakan-akan rahmat mengenainya, maka sesuai jika diusapkan ke wajah yang merupakan anggota tubuh yang paling mulia dan paling berhak memperoleh kemuliaan (Al-Shan’ani, Subul al-Salam Syarh Bulugh al-Maram, juz.IV (Maktabah Mushthafa al-Bab al-Halaby, 1379 H), hal. 219.

Demikian keterangan singkat tentang dalil mengusap wajah setelah berdoa. Semoga dapat.memberikan penjelasan. Wallahualam.