Dalil Anjuran Berkurban Setiap Tahun

Rabu, 14 Agustus 2019 konsultasi | 77 klik
Juriyanto Teks:Juriyanto
Faza Grafis:Faza

Salam admin Harakah. Saya ingin bertanya, apakah ibadah kurban dianjurkan setiap tahun atau cukup sekali seumur hidup. Mohon penjelasannya. Terima kasih.

Dalam Islam, ibadah kurban dianjurkan bagi setiap Muslim yang mampu dan memiliki kelapangan harta. Anjuran ini tidak hanya sekali dalam seumur hidup, tapi juga setiap tahun bagi setiap Muslim yang memiliki kecukupan dan kelapangan harta.

Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Abu Daud, Ibnu Majah dan Tirmidzi dari Mikhnaf bin Sulaim Al-Ghamidi, dia berkata;

كُنَّا وُقُوفًا مَعَ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم بِعَرَفَاتٍ، فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ! عَلَى كُلِّ أَهْلِ بَيْتٍ فِى كُلِّ عَامٍ أُضْحِيَّةٌ وَعَتِيرَةٌ. هَلْ تَدْرِى مَا الْعَتِيرَةُ؟ هِىَ الَّتِى تُسَمَّى الرَّجَبِيَّةُ.

“Kami melakukan wukuf di ‘Arafah bersama Nabi Saw. Kemudian saya mendengar beliau berkata;‘Wahai manusia! Setiap satu keluarga di setiap tahun harus menyembelih hewan kurban dan juga ‘athirah. Apakah kamu tahu apa itu ‘athirah? Ia adalah yang dinamakan arrajabiyah (hewan yang disembelih di awal bulan Rajab).”

Dalam hadis ini disebutkan bahwa Nabi Saw menganjurkan kepada sahabatnya untuk melakukan penyembelihan hewan kurban dan athirah dalam setiap tahun. Namun anjuran menyembelih hewan athirah pada akhirnya dihapus dalam Islam sehingga yang tersisa hanya anjuran menyembelih hewan kurban setiap tahun.

Namun demikian, tentu anjuran ini terutama ditujukan kepada orang yang memiliki kelapangan harta. Bahkan menurut Imam Abu Hanifah, jika seseorang memiliki kelapangan harta dengan memiliki harta yang sudah mencapai nisab zakat, maka dia wajib melakukan kurban setiap tahun. Sementara menurut kebanyakan ulama, jika seseorang memiliki kelapangan harta, ia sangat dianjurkan untuk berkurban meskipun setiap tahun dan dimakruhkan meninggalkannya (Jurianto)