Cara Menghadapi Begal


Salam, admin harakah yang terhormat, sekarang banyak berita mengenai begal, kalau bertemu begal bagaimana cara menghadapinya?

Umat Islam mestinya saling menjaga dan mengamani. Karena muslim dan mukmin itu sendiri artinya orang yang menyelamatkan dan mengamani. Meskipun ketika ada orang yang ingin membahayakan kita, tidak boleh membunuh dan menyakitinya secara langsung. Tapi hindari bahaya itu secara bertahap.

Syaikh Zainuddin al-Malibari dalam Fathul Muin menjelaskan:

“Hendaknya orang jahat ditolak kejahatannya dengan tahapan yang paling ringan, lalu dengan tahapan agak ringan, jika semua itu mungkin dilakukan. Tahapan tersebut adalah: lari menghindari kejahatannya, dicegah dengan perkataan, meminta pertolongan dan bersembunyi, memukul dengan tangan kosong, memukul dengan tongkat, melukai anggota tubuh orang berbuat jahat, dan membunuhnya.”

Merujuk pada pendapat ini, kalau bertemu begal atau pencuri, kita upayakan lari terlebih dahulu. Kalau tidak memungkinkan kita ingatkan dia dengan kata-kata. Kalau kata-kata tidak manjur, lawanlah dia dengan tangan kosong. Jangan sampai melukai mereka selagi tangan kosong masih bisa melumpuhkannya.

Dalam konteks Indonesia, tentu model penyelesaiannya adalah dengan mengikuti aturan hukum yang berlaku di negara ini. Meskipun apa yang mereka lakukan itu jahat dan kriminal, demi keteraturan negara alangkah baiknya warga negara tidak main hakim sendiri, misalnya membunuh begal, membakar, ataupun memukuli mereka dengan senjata tajam. Serahkan semua itu kepada pihak yang berwajib.