Bolehkah Perempuan Haid Melakukan Sujud Syukur?

Kamis, 27 Desember 2018 konsultasi | 141 klik
Juriyanto Teks:Juriyanto
Vanny Rosa Grafis:Vanny Rosa

Salam, admin Harakah yang budiman. Saya pernah mendengar ceramah dari salah seorang ustadz bahwa perempuan haid boleh berzikir dan membaca shalawat. Yang ingin saya tanyakan, apakah perempuan haid juga boleh melakukan sujud syukur? Mohon penjelasannya. Terima kasih.

Bagi perempuan haid, selain tidak boleh melakukan shalat, juga tidak boleh melakukan sujud syukur. Hal ini karena salah satu syarat bagi orang yang hendak melakukan sujud syukur adalah suci dari hadas besar dan kecil, juga suci dari najis. Karena itu, selama perempuan masih dalam keadaan haid atau nifas, maka tidak diperbolehkan melakukan sujud syukur.

Dalam kitab Al-Majmu, Imam Nawawi mengatakan dengan tegas terkait keharaman sujud syukur bagi perempuan haid dan nifas. Beliau berkata;

ﻗﺎﻝ ﺃﺻﺤﺎﺑﻨﺎ: ﻭﻓﻰ ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺳﺠﻮﺩ ﺍﻟﺘﻼﻭﺓ ﻭﺍﻟﺸﻜﺮ ﻓﻴﺤﺮﻣﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﺎﺋﺾ ﻭﺍﻟﻨﻔﺴﺎﺀ ﻛﻤﺎ ﺗﺤﺮﻡ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﺠﻨﺎﺯﺓ ﻷﻥ ﺍﻟﻄﻬﺎﺭﺓ ﺷﺮﻁ

“Sahabat kami (ulama Syafiiyah) berkata, ‘Masuk dalam pengertian shalat adalah sujud tilawah dan sujud syukur. Karena itu, kedua sujud ini haram atas perempuan haid dan nifas, sebagaimana haram melakukan shalat jenazah. Hal ini karena suci adalah syarat.”

Meski perempuan haid tidak boleh melakukan sujud syukur, namun jika ada hal-hal yang menyebabkan disunnahkan melakukan sujud syukur, maka dia boleh menggantinya dengan membaca zikir berikut sebanyak 4 kali.

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ ِللهِ وَلاَ اِلَهَ اِلاَّ للهُ وَاللهُ اَكْبَرَ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ اْلعَظِيْمِ

Subhanallahi walhamdulillahi wa lailaha illallahu wallaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil adzim.

“Maha suci Allah, segala puji bagi-Nya, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Agung.” (Muhammad Juriyanto)