Bolehkah Memakan Potongan Daging dari Hewan yang Masih Hidup?

Rabu, 10 Oktober 2018 konsultasi | 1630 klik
Mujiburrahman Teks:Mujiburrahman
Faza Grafis:Faza

Salam. Admin Harakah yang terhormat, kami ingin bertanya. Jika salah satu anggota badan hewan dipotong tanpa disembelih terlebih dahulu, bolehkah kita memakannya?  

Dalam Islam, daging hewan boleh dimakan dengan syarat disembelih terlebih dahulu. Oleh karenanya, jika salah satu bagian dari anggota badan hewan dipotong tanpa disembelih terlebih dahulu, maka hukumnya najis sehingga haram untuk dimakan. Nabi saw bersabda:

عَنْ أَبِى وَاقِدٍ اللَّيْثِىِّ قَالَ قَدِمَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- الْمَدِينَةَ وَهُمْ يَجُبُّونَ أَسْنِمَةَ الإِبِلِ وَيَقْطَعُونَ أَلْيَاتِ الْغَنَمِ قَالَ « مَا قُطِعَ مِنَ الْبَهِيمَةِ وَهِىَ حَيَّةٌ فَهُوَ مَيْتَةٌ ».

Dari Abi Waqid al-Laitsi berkata: Nabi SAW tiba di Madinah, dan mereka (para sahabat) memotong ponok unta dan bokong kambing. Lalu Nabi SAW berkata: Apa yang terpotong dari Hewan, sedangkan ia dalam keadaan hidup, maka (dagingnya) tersebut adalah mayit. (HR. Al-Tirmidzi).                 

Syekh Muhajirin Amshar menegaskan, hadis di atas merupakan dalil bahwa  potongan daging dari hewan yang masih hidup dikatagorikan sebagai bangkai, sehingga haram untuk dikonsumsi. Akan tetapi, menurutnya, yang diharamkan di sini ialah dagingnya saja. Sedangkan bagian tumbuh lainnya, semisal rambut atau bulunya, maka hal itu tidak dikatakan najis. Hadis di atas, menurutnya, dikecualikan (takhsis) oleh QS. Al-Nahl: 80 yang menunjukkan kesucian rambut atau bulu yang terpisah dari hewan yang masih hidup. Allah berfirman:

وَمِنْ أَصْوَافِهَا وَأَوْبَارِهَا وَأَشْعَارِهَا أَثَاثًا وَمَتَاعًا إِلَى حِينٍ

Dan (dijadikannya pula) dari bulu domba, bulu unta, dan bulu kambing itu alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu tertentu. (QS. Al-Nahl: 80).      

Demikianlah penjelasan singkat tentang larangan mengkonsumsi potongan daging dari hewan yang masih hidup.  (Mujiburrahman)