Bersalaman dengan Lawan Jenis Haram? Tunggu Dulu, Baca Rincian Berikut


Salam, admin Harakah Islamiyyah yang terhormat. Saya ingin penjelasan, Bagaimana hukum bersalaman lain jenis yang tidak memiliki hubungan mahram?

Pergaulan semakin bebas. Kaum laki-laki dan perempuan berbaur menjadi satu dengan berbagai alasan tertentu, teman kuliah, satu kantor, sesama artis, dan masih banyak lagi. Karena alasan inilah, terkadang mereka merasa tidak bersalah jika bersalam satu sama lain.

Menurut Islam, bersalaman dengan lain jenis yang masih memiliki hubungan mahram diperbolehkan. Yang dimaksud mahram adalah wanita yang haram dinikahi oleh laki-laki dimaksud. Yang termasuk mahram, antara lain, anak perempuan, saudara kandung, saudara seayah, paman atau bibi, keponakan (anak dari saudara), ibu sebab menyusui, saudara sepersusuan, mertua, anak tiri dari istri yang telah dipergauli, menantu, saudaranya istri atau suami. (Qs. An-Nisa’:22-24)

Adapun bersalaman dengan wanita ajnabiyyah (non mahram), yaitu perempuan yang  tidak memililki hubungan mahram maka hukumnya ditafsil sebagai berikut:

Pertama, jika bersalaman tersebut diiringi dengan syahwat, kenikmatan atau dikhawatirkan terjadi hal tersebut, maka hukumnya haram, tidak ada perbedaaan diantara ulama ahli fiqih.

Kedua, ketika bersalaman tersebut tidak ada rasa syahwat, nikmat dan sejenisnya, maka hukumnya masih menjadi pertentangan di kalangan para ulama, tetapi menurut sebagian besar ulama hukumnya tetap haram. Bahkan menurut madzhab empat hukum bersalaman tersebut haram secara mutlak tanpa membedakan alasan syahwat atau rasa canggung sekalipun.

Seakan mencari jalan tengah, menurut Dr. Yusuf Qordhowi bersalam tersebut diperbolehkan ketika terpaksa dan terhindar dari fitnah, dan terjadi antar saudara dan kerabat di luar mahram. Demikian juga bersalaman dengan wanita yang sudah tua renta atau anak kecil yang belum tersyahwati dengan alasan terbebas dari fitnah.

Maka yang lebih utama bagi seorang muslim dan muslimah adalah menghindari bersalaman dengan lain jenis yang tidak memiliki hubungan mahram dalam keadaan apapun, karena yang menyatakan haram adalah sebagian besar ulama dan mereka memiliki dalil yang kuat. Jadi  bagi yang terpaksa saja, silahkan mengikuti pendapat yang memperbolehkan, karena keadaan yang sangat sulit dengan tetap menjaga kehormatan masing-masing. (M. Afif Al Mubarak)